PANIMBANG – Turunnya harga premium sejak 1 April, dari Rp6.950 per liter menjadi Rp6.450 per liter belum mengurangi beban masyarakat. Soalnya, dua hari sejak kebijakan itu diberlakukan pengiriman premium ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pandeglang tersendat. Bahkan, di Kecamatan Panimbang, sudah satu pekan premium menghilang.
Akibat ini, sopir angkutan umum (angkum) dan para penjual bensin eceran pun mengeluh. Seperti penjual bensin eceran di Kampung Soledengen, Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang. Mereka mengatakan, akibat itu omzet penjualan premiumnya menurun lantaran tidak ada lagi premium yang bisa dijual.
“Semenjak tak ada bensin (premium-red) omzet saya menurun. Biasanya omzet per hari sampai Rp500 ribu. Tetapi sekarang paling bisa mendapatkan uang Rp200 ribu dari menjual pertalite dan pertamax yang harganya jauh lebih mahal dari premium,” kata Mahyudi, penjual premium eceran, Kamis (14/4/2016).
Mahyudi berharap, pemerintah segera memberikan informasi terkait langkanya bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tersebut. Kenapa dan kapan akan dipasok kembali? “Kami masyarakat kecil bisa hidup dari menjual bensin eceran. Tapi kalau itu hilang dari mana lagi kami bisa hidup. Kami tidak sepakat harga premium diturunkan, tetapi barangnya dihilangkan. Sama saja kami sebagai masyarakat kecil dirugikan,” katanya.
Sementara itu, Mamat, warga Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang, menerangkan, sejak premium tak tersedia di SPBU, transportasi perdesaan menjadi terganggu. Itu terjadi, karena adanya keharusan penambahan biaya untuk membeli bahan bakar. “Sekarang, kami untuk mengangkut hasil bumi seperti ubi dan padi harus mengeluarkan biaya tinggi. Lantaran bahan bakarnya tak lagi premium, tetapi harus pertamax dan pertalite yang harganya lebih tinggi,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, salah seorang petugas SPBU Panimbang yang enggan disebutkan namanya membenarkan, premium langka. Kata dia, rencananya pemerintah tidak akan lagi menjual premium secara eceran. “Memang saat ini juga tidak ada premium, namun kemungkinan bulan depan akan dipasok kembali. Tetapi tidak boleh dijual eceran,” terangnya.
Terpisah, Camat Panimbang Agus Amin Mursalim mengaku telah mendengar adanya kebijakan pemerintah, jika ke depan premium tidak akan lagi dijual secara eceran. “Namun, demikian hal itu merupakan keputusan pusat. Kita tidak bisa apa-apa. Tetapi saya yakin pemerintah pusat mengeluarkan keputusan tersebut merupakan hasil pertimbangan atas dasar kepentingan masyarakat,” katanya. (Herman S/Radar Banten)







