Didi (28), nama samaran, tidak henti-hentinya menghela napas. Ia duduk termenung di pinggir rumah dengan tatapan kosong. Padahal, beberapa pekan lagi Didi akan menghadapi hari besar. Ia akan menikah dengan Cindy (25), perawan cantik yang tidak lain adalah tetangganya.
Mau nikah kok sedih, kenapa ya? Meskipun cantik, namun Didi tidak tertarik kepada Cindy. “Cantik sih cantik, tapi gimana kalau hati saya tidak suka,” katanya.
Nah loh, tidak cinta kenapa dinikahi? Ternyata ada latar belakangnya, pernikahan ini terjadi di luar keinginan Didi. “Ini sebenarnya kecelakaan, musibah buat saya,” terang Didi.
Musibah di sini tidak ada kaitannya dengan hamil di luar nikah. Didi menerangkan, kisah ini bermula ketika ia bertengkar dengan pacarnya. “Saya sedang bertengkar dengan pacar saya. Dia sangka saya selingkuh dengan perempuan lain, padahal kami hanya berteman,” ujarnya.
Entah jujur atau tidak, namun pertengkaran Didi dan pacarnya sulit diselesaikan. Lantaran pusing, Didi yang saat ini masih kuliah akhirnya pulang kampung untuk menenangkan diri. “Dari pada di kamar kost uring-uringan sendirian, makanya saya pulang ke rumah untuk menenangkan diri,” katanya.
Didi cukup lama tidak pulang kampung. Ini lantaran Didi bekerja di sebuah perusahaan swasta, selain dari kuliah di salah satu universitas di Serang. Sampai di rumah, Didi cukup kaget dengan perubahan yang terjadi di desanya. Bahkan beberapa kawan kecil yang ia kenal sudah banyak yang berkeluarga. “Lama tidak pulang, ternyata banyak yang berubah di rumah saya di kampung. Lumayan untuk menghibur hati yang kalut,” terangnya.
Ketika tengah nyaman mengamati lingkungan rumah, ia melihat seorang perempuan cantik. Ia tidak lain Cindy, adik salah satu teman kecilnya. “Saya tahu waktu kecilnya. Makanya cukup kaget, kok sudah besarnya jadi cantik begitu,” jelasnya.
Terdorong hati yang sedang bete, Didi iseng-iseng menggoda Cindy. Jurus-jurus godaan maut yang ia dapatkan di Serang, ia praktikan saat itu. Jurusnya cukup jitu, sebab Cindy merespons godaan Didi. Apalagi, Didi pun terhitung ganteng, untuk ukuran pria-pria di kampungnya. “Ketemu Cindy, saya godain tuh. Eh dianya senang digoda, akhirnya keterusan deh,” ujarnya.
Cindy ketagihan untuk berkomunikasi. Ia meminta nomor kontak Didi, juga nomor pin BBM, juga beberapa akun media sosial Didi. Setelah itu, mulailah Didi dan Cindy saling BBM. Mulai obrolan ringan hingga obrolan mesra terjalin di antara mereka. “Kami saling BBM-an. Biasa lah, ngomong ini itu, juga bilang sama-sama suka gitu,” katanya.
Cindy menanggapi Didi dengan serius, namun tidak bagi Didi. Sebab lagi-lagi, kedatangannya pulang kampung dan kedekatan dengan Cindy, hanya untuk menghilangkan galau di hati karena bertengkar dengan pacarnya.
Satu pekan berlalu, Didi kembali ke Serang untuk beraktivitas kembali. Sementara itu, pacar Didi mulai melunak lantaran ditinggal satu pekan oleh Didi. Namun di luar dugaan Didi, ada sebuah kejadian yang menggemparkan di rumahnya. Cindy mengaku sangat cocok dengan Didi dan ingin menikah dengannya. Walaaah.
Entah seperti apa pembicaraan Cindy dengan orangtuanya, namun orangtua Cindy mendatangi orangtua Didi. Ketika itu, kedua orangtua ini sepakat untuk menjodohkan Cindy dan Didi.
Kata sepakat pun terjalin, bahkan mereka sampai menentukan waktu pernikahan. Namun pembahasan tersebut tanpa sepengetahuan Didi. “Saya enggak tahu tuh kalau di rumah ribut-ribut ngomongi pernikahan. Padahal saya kan cuma pendekatan biasa, iseng-iseng doang. Lagian kan cuma seminggu doang, tapi kok sampai begitunya,” ujar Didi.
Didi diberitahu rencana itu oleh orangtua melalui pesan singkat. Ia sangat kaget, Didi pun marah dengan keputusan sepihak yang dilakukan orangtuanya. “Saya kaget, juga marah. Di sini kan saya punya pacar, kok malah mau dinikahkan sama tetangga,” ujarnya.
Didi dan orangtuanya bertengkar hebat. Didi menolak keras rencana pernikahan itu sementara kedua orangtuanya memaksa. Ia sempat mengganti nomor kontaknya, namun orangtua Didi mendatangi ke Serang untuk kembali memaksa Didi menikahi Cindy.
Hasilnya, Didi terpaksa menuruti kemauan orangtuanya. Sebab ada sebuah kondisi yang membuat Didi sulit untuk menolak pernikahan itu. “Ibunya Cindy kan sakit-sakitan. Kondisinya membaik setelah tahu anaknya mau menikah. Kalau ternyata saya menolak pernikahan itu, banyak yang takut kalau ibu Cindy kaget lalu meninggal dunia,” aku Didi.
Waw, sampai serumit itu kondisi Didi. Sampai saat ini Didi belum memberitahukan pacarnya jika ia akan menikah dengan tetangga di kampung. “Gara-gara becandain tetangga sebelah, sampai berujung pernikahan begini. Pusing saya,” kata Didi sambil menghela napas.
Wah wah wah, beberapa teman yang mendengar curhatan Didi, kebingungan untuk memberikan nasihat. Ujo, nama samaran, meminta Didi pasrah dan menerima takdirnya untuk menikah dengan Cindy. “Takdirmu kaya begitu kali. Mungkin saja Cindy lebih baik dari pacarmu yang cemburuan itu. Daripada nanti bertengkar terus, lebih baik sama Cindy,” katanya. “Tapi kan saya enggak kenal sama Cindy. Saya cuma tahu kecilnya saja, sementara pas gedenya baru seminggu,” jawab Didi. Walah walaaaah, ckckck. (Sigit/Radar Banten)







