CILEGON – Kasus kematian ibu hamil yang terjadi di Kota Cilegon terbilang masih tinggi. Tahun 2015 terdapat 15 kasus dan tahun 2016 sudah 4 kasus angka kematian ibu hamil.
Demikian dikatakan Kasi Kesehatan Ibu dan Anak Dinas Kesehatan Kota Cilegon Novi Fitriawati. “Sebenarnya angka kematian ibu hamil ini dalam setahun tidak boleh lebih dari delapan, tapi di tahun 2015 tercatat 15 kasus. Ada banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya kematian ibu hamil,” ujar Novi sosialisasi Rumah Tunggu Kelahiran yang berlangsung di Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Jumat (15/4/2016).
Dijelaskannya, dari 15 kasus kematian ibu hamil terdapat lima kasus yang berhubungan dengan kehamilan. Lebih dari itu karena penyakit lain. “Kalau penyebab kasus kematian ibu hamil itu sebenarnya hanya karena pendarahan, infeksi, dan darah tinggi. Tapi saat ini banyak juga yang terjadi karena si ibu tersebut mengalami penyakit tipes dan TBC,” katanya.
Upaya pencegahan dan untuk menekan angka kasus kematian ibu hamil, Dinas Kesehatan Cilegon akan membuat rumah tunggu kelahiran di delapan lokasi yang dekat dengan fasilitas kesehatan, seperti puskesdes atau puskesmas.
“Awal Mei tahun ini mudah-mudahan rumah tunggu kelahiran sudah bisa difungsikan. Dua di Kecamatan Pulomerak, satu di Kecamatan Cilegon, dua di Kecamatan Ciwandan, serta dua di Kecamatan Cibeber, dan satu akan ditempatkan di dekat RSUD Cilegon,” pungkasnya. (Riko)









