TANGERANG – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh setiap 2 Mei disikapi positif oleh Gubernur Rano Karno. Menurut Gubernur, Hardiknas dapat dijadikan momentum untuk terus membangun pendidikan di Banten.
Oleh karena itu, sambung Gubernur, pihaknya lebih mengedepankan teknologi dan informasi agar setiap siswa bisa menghadapi era yang serbateknologi. Saat ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, manajemen pengelolaan SMA/SMK berada di tangan Pemerintah Provinsi. Sementara, Pemerintah Kabupaten/Kota hanya menangani sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
”Ini merupakan tugas berat. Tapi artinya, kami bisa lebih fokus, walaupun jenjangnya hanya pada tingkatan SMA dan SMK karena SMP masih di kabupaten kota. Kita harus segera mengejar. Struktur informasi dan teknologi harus diperkuat untuk anak-anak agar mereka dapat bersaing di masa yang akan datang,” papar Gubernur saat menghadiri pameran foto di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (2/5), seperti dilansir Harian Radar Banten.
Sementara untuk tunjangan guru, Gubernur menjanjikan akan disamakan secara keseluruhan di Provinsi Banten. Walaupun mungkin ada perbedaan dengan tunjangan sebelumnya yang diberikan oleh kabupaten kota. ”Tapi, harus Anda tahu bahwa ada beberapa kabupaten kota yang tidak memberikan tunjangan. Tapi, tahun ini kita kasih.” tutup Rano.
Dalam pameran tersebut, Gubernur yang didampingi Direktur Utama Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi berharap, foto yang terpasang bisa seterusnya dipasang di bandara karena foto tersebut merupakan tokoh bangsa.
Pameran berlangsung mulai 1 hingga 15 Mei 2016. Foto-foto yang dipamerkan adalah foto tokoh yang diabadikan MBM Tempo sepanjang 45 tahun terakhir. Mereka adalah ikon pada masanya, di antaranya Presiden Joko Widodo, Abdurrahman Wahid, Benyamin S, Susi Pudjiastuti, Christine Hakim, Mira Lesmana, dan Dian Sastro. Para tokoh tersebut difoto oleh fotografer Tempo dengan konsep unik.
Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, perubahan dunia terjadi begitu cepat yang di antaranya ditandai dengan revolusi teknologi yang menjadi pendorong lompatan perubahan yang turut berpengaruh pada cara hidup, cara bekerja, dan tentu saja cara belajar yang diperoleh dalam pendidikan. “Namun, yang harus dipastikan kepada anak-anak kita adalah di setiap perubahannya kita akan memberikan dukungan kepada mereka dalam menyiapkan diri untuk meraih cita-cita serta kesempatan yang ada di hadapannya,” ujar Arief.
Arief menambahkan, manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa sehingga mutu dan jenjang pendidikan turut berdampak pada pencapaian tujuan serta cita-cita untuk mencapai bangsa Indonesia dan Kota Tangerang yang semakin maju dan sejahtera.
“Perlu dipastikan setiap manusia di Indonesia harus mendapatkan akses pendidikan yang bermutu di sepanjang hidupnya untuk memastikan keberlangsungan dan kejayaan bangsa,” ujarnya. (Khanif Lutfi/Radar Banten)










