SERANG – Sembilan atlet wushu Banten yang lolos menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat 2016 tengah fokus menjalani sentralisasi pemusatan pelatihan daerah (pelatda). Sentralisasi dipusatkan di Sasana Wushu Banten di Kawasan Stadion Maulana Yusuf (MY), Ciceri, Kota Serang.
Dikomandoi Kepala Pelatih Salim Ayuba, atlet wushu Banten melahap seluruh porsi latihan yang diinstruksikan tim pelatih. Diska cs terlihat penuh semangat mempraktikan teknik dan teori yang diinginkan tim pelatih.
Ditemui ketika latihan, Kepala Pelatih Wushu Banten Salim Ayuba mengatakan, pelatda telah memasuki tahap persiapan khusus atau prakompetisi. Dalam tahap ini, atlet lebih banyak mempelajari teknik dan taktik bertanding. “Fokus kami saat ini adalah mengolaborasikan antara power (kekuatan) dan variasi serangan serta bertahan. Atlet dituntut lebih banyak memukul dan menendang dengan kekuatan penuh serta menyerang dari berbagai gaya (variasi serangan). Kalau gerakan atlet monoton, nanti gampang dibaca lawan. Saya instruksikan atlet untuk menggunakan banyak gaya agar lawan kewalahan,” kata Salim di Sasana Wushu Banten, Stadion MY, Ciceri, Kota Serang, Selasa (3/5) sore, seperti dilansir Harian Radar Banten.
Mantan pelatih SEA Games dan Asian Games itu menambahkan, untuk melihat kualitas teknik yang telah dikuasai atlet, tim pelatih langsung menjajal atlet dengan sparing partner (berpasangan). “Mereka kami adu seolah-olah ini pertarungan resmi. Atlet bebas memukul, menendang, dan membanting lawan tandingnya. Dengan demikian, kami bisa melihat sisi mana saja yang masih perlu diperbaiki. Kalau hanya berlatih tanpa praktik, kita tidak bisa mengukur kemampuan yang telah dicapai atlet,” imbuh Salim.
Pantauan tim pelatih, performa kesembilan atlet terus menunjukkan grafis peningkatan. Baik dari segi teknik, taktik, strategi bertanding, maupun fisik. “Kami memiliki tujuh berbanding tiga sesi latihan dalam sepekan. Tujuh sesi khusus mengolah taktik dan tiga sesi untuk menjaga kondisi fisik. Untuk fisik atlet sudah berada di rata-rata atlet profesional, kami tinggal menjaganya saja,” tuturnya.
Sementara itu, Manajer Wushu Banten Dimas Septian menyatakan, sebagai tolok ukur peningkatan kualitas atlet setelah menjalani pelatda, anak asuh Salim Ayuba akan menjalani beberapa laga tryout. “Kami berencana akan menjajal tim PON DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Tapi, jadwal pastinya masih menunggu konfirmasi dari masing-masing pengprov. Yang jelas tryout akan digelar pertengah bulan ini,” ucapnya.
Meski akan berujicoba dengan tim PON, Dimas tidak khawatir kekuatan tim Banten akan diketahui calon lawan di PON nanti. “Tidak perlu khawatirlah, kan kita masih terus berbenah. Nanti kami tetap meminta atlet untuk tampil dengan kualitas dan performa terbaik. Dengan demikian, tim pelatih bisa membaca kekurangan dan apa saja yang perlu dievaluasi dari masing-masing atlet,” pungkasnya. (Andre AP/Radar Banten)








