SERANG – Penanaman Modal Asing (PMA) pada triwulan pertama tahun 2016 di Provinsi Banten mencapai Rp12,15 triliun dengan 378 proyek. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten, Babar Suharso di kantor BKPMPT Provinsi Banten.
Menurutnya, daerah penyumbang tertinggi jumlah investasi tersebut di Banten adalah Kota Cilegon dengan nilai investasi sebesar 768 juta dolar AS sebanyak 46 proyek, disusul oleh Kabupaten Serang sebesar 44,5 juta dolar AS sebanyak 69 proyek, berturut-turut Kabupaten Tangerang sebesar 44 juta dolar AS sebanyak 146 proyek, Kota Tangerang sebesar 23,5 juta dolar AS sebanyak 76 proyek, Kota Tangerang Selatan sebesar 13,9 juta dolar AS sebanyak 31 proyek, Kabupaten Lebak sebesar 6 juta dolar AS sebanyak 5 proyek, dan Kota Serang 6,8 ribu dolar AS sebanyak 5 proyek.
“Dengan total nilai investasi tersebut, untuk PMA Banten tertinggi ketiga secara nasional setelah Sumatera Selatan dan Jawa Barat,” ujar Babar kepada sejumlah awak media, Rabu (4/5).
Babar melanjutkan, pada PMA, sektor investasi mayoritas bergerak di bidang perdagangan dan reparasi, dengan jumlah proyek sebanyak 336 proyek dengan nilai investasi sebesar 3,6 juta dolar AS.
Sementara itu, lanjut Babar, berdasarkan negara yang menginvestasikan modalnya di Provinsi Banten, Jepang merupakan negara dengan nilai investasi tertinggi yang mencapai 26,134 juta dolar AS dengan 25 proyek.
“Kemudian berturut-turut, Singapura sebesar 23 juta dolar AS dengan 54 proyek, Taiwan sebesar 20,6 juta dolar AS dengan 13 proyek, Korea Selatan sebesar 7,8 juta dolar AS dengan 96 proyek, Malaysia sebesar 4,2 juta dolar AS dengan 17 proyek, British Virgin Islands sebesar 1,7 juta dolar AS dengan 6 proyek, dan RR Tiongkok sebesar 1,6 juta dolar AS dengan 43 proyek,” ujarnya. (Bayu)








