Emirates Airlines akan meningkatkan frekuensi penerbangan langsung (direct flights) dari Dubai ke kota-kota di Indonesia; Surabaya, Denpasar, Mataram, dan Jakarta.
Rencana peningkatan frekuensi direct flights disampaikan setelah Divisional Senior Vice President Commercial Operation Emirates Airline, Sheikh Majid Al Mualla bertemu Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di sela-sela Arabian Travel Market (ATM) di Dubai International Exhibition and Convention Center.
Sehari setelah pertemuan itu, Emirates Airlines dan Kemenpar RI menandatangani Letter of Intents (LoI). Menpar Arief Yahya menyaksikan penandatanganan yang dilakukan Nia Niscaya dari Kemenpar RI dan Bdr Abbas — Senior Vice President Commercial Operation Far East Emirates Airlines.
“Kami ingin menjalin kerjasama lebih erat, lebih intens, lebih serius, dan saling menguntungkan,” kata Menpar Arief Yahya di booth Wonderful Indonesia di ATM.
LoI ini, masih menurut Arief Yahya, adalah embrio untuk menuntaskan program akses dan konektivitas dari Timur Tengah ke Indonesia. Emirates Airlines, lanjutnya, adalah maskapai terbaik keempat di dunia dan sangat tertarik mendaratkan pesawatnya secara reguler di Denpasar, Surabaya, Jakarta, dan Mataram.
Emirates Airlines juga menantang Indonesia untuk membuka slot ke beberapa bandara. Indonesia, dikatakan Arief Yahya, balik menantang Emirates Airlines membawa lebih banyak wisman.
Saling tantang ini akhirnya menghasilkan kesepakatan joint promotion melalui media dan below the line.
“Saat ini penerbangan langsung Emirates Airlines ke Indonesia masih minim, yaitu enam kali Dubai-Denpasar dan 14 kali Jakarta-Denpasar,” kata Menpar. Ternyata, Emirates Airlines juga membidik potensi pasar Indonesia.” (Kemenpar RI)










