CILEGON – Ustad Sholeh Mahmoed atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ustad Solmed mendatangi Mapolres Cilegon, Rabu (18/5), untuk mengadukan perlakuan tidak menyenangkan yang dialami dirinya saat akan menjadi penceramah di Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Jumat (6/5).
Ustad Solmed yang didampingi ajudan tiba di Mapolres Cilegon sekitar pukul enam sore. Ia sempat menjadi imam salat magrib di Mushola Mapolres Cilegon, yang saat itu Kapolres Cilegon AKBP Raden Romdhon Natakusuma beserta jajarannya menjadi makmum.
“Saya akan laporkan soal kasus pengrusakan dan percobaan penganiayaan” ujar Ustad Solmed.
Ustad Solmed mengaku hanya akan melaporkan sejumlah warga berbicara di televisi. Sebelum melanjutkan laporannya, ia meminta agar warga tersebut meminta maaf.
“Saya sudah tandai orang-orangnnya dan saya catat namanya. Jadi sebelum saya lanjutkan perkara ini, saya berharap mereka meminta maaf. Karena ucapan mereka itu ucapan hampa, tidak bisa dibuktikan. Jadi mereka salah sasaran. Bukan saya yang harusnya dituduhkan. Saya akan bawa perkara ini secara serius,” katanya.
Sekedar diketahui, Jumat, 6 Mei lalu, Ustad Solmed diamuk oleh warga Kampung Pasauran, Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang saat akan menjadi penceramah peringatan Isra Miraj. Warga mengamuk lantaran kesal. Ustad Solmed terlambat datang dan jamaah pengajian sudah bubar. (Riko)









