SERANG – Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Ino S Rawita merasa prihatin dengan bertambahnya orang lanjut usia (lansia) yang dititipkan di Balai Perlindungan Sosial Provinsi Banten. Sementara di Banten sendiri, lansia yang terdata jumlahnya sekitar 33.000 orang.
“Saya prihatin, jaman sekarang kok nggak pada mencintai orang tua yang mengandung, membesarkan kita ya. Kok malah dibuang (dititipkan) begitu saja,” ungkap Ino pada Hari Lanjut Usia Nasional tingkat Provinsi Banten di halaman kantor Dinas Sosial Provinsi Banten, Kamis (26/5).
Ino yang tidak menyebutkan jumlah lansia yang dititipkan di Balai Perlindungan Sosial mengatakan, orang tua yang sudah lanjut usia bukan sampah, bukan benalu, justru mereka perlu dijaga, dirawat dengan layak. “Bukan malah dibuang (dititipkan) di panti-panti sosial seperti ini. Kalau di suatu rumah, janganlah kita simpan orang tua kita di kamar belakang. Simpanlah di kamar depan. Hargai mereka,” sambung Ino.
Untuk lansia yang tidak memiliki keluarga, pihaknya bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mendata dan memindahkan lansia tersebut ke Balai Perlindungan Sosial. “Di sana kita akan berikan pelatihan-pelatihan dan kita urus agar mereka produktif. Menghasilkan sebuah karya yang nantinya bisa mereka jual ke masyarakat sehingga mereka punya penghasilan sendiri,” katanya.
Pada kesempatan itu, Gubernur Banten Rano Karno mengakui bahwa Pemprov Banten belum maksimal memperhatikan ribuan lansia karena keterbatasan anggaran. “Ya, pastinya belum tersentuh dan terakomodir oleh kita karena kemampuan (anggaran) kita kan terbatas. Tapi bukan berarti tidak dipikirkan bantuan itu. Bukan hanya dari sudut anggaran, tapi dengan adanya kegiatan dan program itu juga sudah dinamai bantuan,” ungkap Rano. (Wirda)








