SERANG – Gubernur Banten Rano Karno mengimbau kepada para kepala daerah kota maupun kabupaten agar terus menjaga lahan pertanian. Arus pembangunan industri di Banten telah menganggu lahan pertanian. Sebab, saat ini Provinsi Banten harus meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
“Saya menyarankan kepada Walikota dan Bupati, agar wilayah industri tidak mengganggu lahan pertanian. Jangan sampai lahan pertanian dialih fungsikan untuk pembangunan industri semua. Lahan pertanian di wilayah kabupaten dan kota harus diamankan,” ujar Rano saat menyampaikan sambutannya pada acara Pemasyarakatan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu Hortikultura di Kampung Tembong Sawo, Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Kamis (26/5).
Rano menjelaskan, jika semua di wilayah kabupaten dan kota fokus dalam pembangunan industri, lahan pertanian akan semakin sedikit. Dan para petani di Banten kesulitan untuk bertani. Sementara Banten punya potensi besar dalam mengembangkan sektor pertanian.
“Jika lahan industri marak di wilayah Provinsi Banten dan menggeser lahan pertanian. Lalu para petani mau ke mana? Jadi semua harus seimbang. Pertanian di Banten juga harus diperhatikan. Masyarakat Banten tidak kesulitan untuk mencari kebutuhan pangan,” ucapnya.
Rano menambahkan, untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut, para kepala daerah kota dan kabupaten harus mendukung upaya pemerintah pusat dalam menjaga lahan pertanian di Banten. “Para kepala daerah kota dan kabupaten punya peran lebih untuk menyelamatkan pertanian. Sebab itu ranah lingkupnya. Dan kebijakannya juga ada di masing-masing kepala daerah,” tambahnya. (Adef)








