LABUAN – Wanita malam yang diduga berprofesi sebagai penjaja seks komersial (PSK) kembali marak di Pasar Ikan Labuan, Kampung Cigondang, Desa Cigondang, Kecamatan Labuan. Hampir setiap malam dimulai pukul 22.00 WIB, sejumlah wanita malam itu menawarkan diri kepada para tamu yang datang, siap menemani kencan dengan tarif variatif, dari Rp150 ribu hingga Rp600 ribu per jam.
Sekilas memang tak terlihat aktivitas mencurigakan di kawasan tersebut, karena selain tak ada tempat khusus untuk berkencan seperti kamar-kamar, cara berpakaian wanita itu juga tidak seronok. Apalagi dari pagi sampai sore hari, lokasi itu merupakan tempat berjualan ikan.
Iyat Suryatna, warga Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, mengeluhkan aktivitas itu. Ia menerangkan, bisnes esek-esek tersebut telah terjadi sejak lima tahun lalu. “Adanya wanita yang diduga PSK di Pasar Ikan itu sudah berlangsung lama, memangkal di situ dan kadang main juga di situ. Di sela-sela (gang sempit-red) ruko belakang Pasar Ikan,” kata Iyat kepada Radar Banten, kemarin.
Sebenarnya, kata dia, warga sekitar geram dengan kondisi itu. Namun, setiap kali laporan kepada Pemkab tidak pernah digubris. “Warga berharap adanya penertiban soal itu, lantaran khawatir berdampak buruk terhadap generasi muda di daerah ini,” katanya.
Terkait hal itu, Radar Banten sempat memastikan kebenaran informasi itu. Ditemani seorang teman, Radar Banten datang ke Pasar Ikan Labuan, Minggu (28/8) dini hari. Alhasil, sekira lima wanita yang diduga PSK itu melambaikan tangan, mengajak ke sebuah ruko di belakang Pasar Ikan untuk berkencan. “Kalau mau Rp50 ribu pun jadi,” kata salah seorang wanita itu.
Wanita berambut ikal pirang ini, mengaku, biasa melayani laki-laki hidung belang, semalam tiga sampai lima orang saja. “Kalau lagi ramai, saya bisa menemani hingga sepuluh orang bahkan lebih,” katanya.
Sementara itu Mulyadi, pengunjung karaoke yang lokasinya tak jauh dari pasar, mengatakan, wanita malam jumlahnya kini bertambah. Mereka diduga pendatang baru pindahan dari lokalisasi PSK Kampung Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. “Paling banyak, para wanita itu bekerja di tempat karaoke di sekitar Kecamatan Labuan,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Camat Labuan Deny Subrata mengatakan, pihkanya kerap memberikan peringatan kepada para wantia yang memangkal di Pasar Ikan Labuan, tetapi mereka tidak pernah mengindahkan. Seminggu setelah penertiban, langsung kembali lagi. “Saya tidak tahu mereka dari mana. Kalau ada yang mengatakan itu pindahan dari Kampung Dadap, saya kurang tahu,” katanya. (Herman/Radar Banten)










