CILEGON – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cilegon menggelar Workshop Implementasi Program Penanggulangan HIV dan AIDS yang berlangsung di aula Kantor Kesehatan Pelabuhan Klas II Banten, Merak, Kota Cilegon, Selasa (6/9).
Sekretaris KPA Kota Cilegon, Dr Renitha S Tarbin mengatakan, pelabuhan merupakan salah satu wilayah yang sangat berisiko tinggi dalam penyebaran HIV dan AIDS. “Fokus sasaran penanggulangan penyebaran HIV dan AIDS KPA Cilegon pada tahun 2016 ini menyasar pada pelabuhan, yang mana pelabuhan adalah tempat berisiko tinggi penularan HIV dan AIDS sebagai tempat keluar masuknya manusia, barang dan hewan,” ujar Renitha.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Dr Ariadna memaparkan sepanjang tahun 2015 hingga bulan Juli tahun 2016 sudah terdapat 523 kasus HIV dan AIDS. “Mencapai 523 kasus, 355 HIV, 168 AIDS dan 111 Meninggal. Sementara untuk penularan paling tinggi melalui transmisi seksual mencapai 11 persen, maka itu perlu adanya kesepahaman antar unsur maritim dalam penanggulangan HIV dan AIDS,” katanya.
Sementara itu, Pengelola Program Pelabuhan, KPA Kota Cilegon Rizal Muhammadi mengungkapkan workhsop yang berlangsung bertujuan untuk menyamaratakan persepsi dan tugas masing-masing antar unsur maritim, khususnya di bidang penanggulangan HIV dan AIDS. “Penanggulangannya ya salah satunya dengan sosialisasi ini,” ujarnya. (Riko)









