CILEGON – Perwakilan pedagang di Supermall Cilegon Kamis (8/9) mengadukan persoalan sewa toko dan lapak di mal yang naik ke DPRD Kota Cilegon. Kemarin mereka berunjuk rasa di depan pintu masuk mal untuk meminta penjelasan tarif sewa, namun tidak direspons oleh manajemen pusat mal itu.
Supri, salah seorang pedagang yang ditemui di gedung DPRD Cilegon, mengungkapkan, ratusan rekannya yang berdagang di Supermall Cilegon masih melakukan mogok usaha untuk melanjutkan unjuk rasa sebelum ada keputusan perubahan tarif sewa.
“Kita terus berlanjut aksi ini. Sekarang kami menemui anggota Dewan (DPRD) Cilegon berharap dapat diselaikan sampai ke managemen pusatnya, karena kemarin sudah mediasi tapi tidak ada hasil,” katanya.
Perwakilan pedagang secara langsung diterima Ketua DPRD Cilegon Faqih Usman serta Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Cilegon Isro Mi’raj di ruang kerja Ketua DPRD Cilegon.
“Nanti akan kita panggil top management-nya. Walau saya ketua tapi ini bidang Komisi 2, jadi akan saya buat dulu suratnya dan akan disampaikan. Memang kalau bukan mengadu ke Dewan dan Pak Wali, ya mau ngadu ke siapa lagi,” ujarnya.
Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Kota Cilegon Isra Mi’raj akan menindaklanjuti apa yang diadukan pedagang. Isro akan berupa agar tuntutan pedagang agar harga sewa tidak naik. “Surat akan dilayangkan di minggu ini. Hari Selasa setelah lebaran (Idhul Adha) manegemen mal akan kita panggil,” katanya. (Riko)









