CILEGON – Ratusan pedagang yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Supermall Cilegon (P2SMC) menggelar unjuk rasa di depan pintu masuk mal tersebut, Rabu (7/9/). Para pedagang menuntut agar pihak pengelola mal tidak menaikkan harga sewa toko atau lapak di Supermall Cilegon.
Pantauan Radar Banten Online, akibat unjuk rasa aktivitas di mal lumpuh. Kerumunan pengunjuk rasa memaksa para pengunjung tidak bisa masuk. Bahkan lebih dari 90 persen toko dan lapak yang berada di dalam tutup.
Weli, salah seorang pedagang pakaian di lantai dua mengaku kenaikan harga sewa tidak merata. Bahkan ada yang mencapai 20 persen. “Toko baju ada yang naik dari Rp5 juta menjadi Rp6.200.000. Variatif. Untuk lapak yang kecil dari Rp3 juta per mau jadi Rp4 juta per bulan. Ini sangat membebankan kita,” ujarnya.
Supri, pedagang lainnya, menyuarakan tuntutan agar tarif sewa diturunkan. “Turunkan sewa, turunkan sewa. Karena nasib kami menjerit dengan harga sewa sekarang,” katanya.
Di salah satu spanduk yang terpasang tertulis managemen Supermall Cilegon ‘Gila’ dan meminta agar Ratim diturunkan dari jabatannya. “Kita perjuangkan hak-hak kita. Kita aksi untuk mencari jalan tengah. Fasilitas tidak layak dengan harga sekarang,” ujar Supri.
Hingga berita ini ditulis, aksi pengunjuk rasa masih berlangsung. Pihak pengelola mal belum menemui pengunjuk rasa. (Riko)








