• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama Umum

Love Story: Astaga! Isteriku Ternyata Maling

Redaksi by Redaksi
Kamis, 8 September 2016 10:35
in Umum
Love Story

Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

HARI itu adalah hari yang sial bagi Rojak (45), bukan nama sebenarnya. Ia mendapati sang isteri Marni (35), nama samaran, tengah dimarahi saudara-saudaranya karena ketahuan mengambil kerudung di rumah Mumu, nama samaran kakak Rojak. Rojak yang hidup mewah berkat warisan peninggalan kedua orangtua, seakan menjadi penyelamat bagi Marni yang terlahir sebagai orang miskin.

Rojak dan Marni dikaruniai empat anak. Semakin lama pernikahan bukannya semakin mesra, hubungan kedua pasutri itu malah semakin retak. Rumah Rojak yang saling berdekatan dengan rumah adik dan kakak-kakaknya, menjadi awal sumber permasalahan bagi keluarga yang sudah bertahan dua puluh tahun tersebut.

RelatedPosts

Penadahan modul tower

Pengadilan Negeri Serang Vonis Lisa 3 Bulan 15 Hari Kasus Modul BTS

Rabu, 23 September 2026 09:03
anak tercebur sumur Lebak

Tim SAR Evakuasi Anak Tercebur Sumur di Cibadak Lebak, Korban Meninggal

Rabu, 23 September 2026 06:53
Nama Bagus Khoirunnas Diabadikan Sebagai Nama Ruang Rapat Oleh Antara

Nama Bagus Khoirunnas Diabadikan Sebagai Nama Ruang Rapat Oleh Antara

Senin, 21 September 2026 21:19
Disdukcapil Kabupaten Serang

Program Aku Desa Digital Disdukcapil Kabupaten Serang Terus Diperluas

Senin, 21 September 2026 18:42

Rojak yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai pabrik gas elpiji kerap pulang menjelang senja, seharian tak ditemani sang suami membuat Marni gelap mata. Bukan lantaran Marni tak bahagia, tetapi sifat keserakahan terhadap suatu benda atau barang milik keluarga besar Rojak yang membuatnya masuk ke dalam lubang kehancuran.

“Jak, istri kamu tuh, masa seprai baru punya teteh dijual ke tetangga. Nasihati dong, Jak, jangan suka mengambil barang punya teteh, ini sudah berkali-kali, Jak, dia mencuri!” curhat Mumu (48) tentang kejadian saat itu.

Rojak yang baru pulang bekerja sore itu naik pitam, dibantingnya pintu kamar dan mendapati Marni sedang menghitung uang sambil duduk di atas kasur. “Buat apa kamu ambil barang-barang tetehku? Apa selama ini uang pemberianku masih kurang, hah? Aku malu Marni, malu!” begitu kata Jak seperti yang diungkap Mumu.

Saat itu kata Mumu, Marni malah beralibi. “Ya nggak cukuplah, aku kan pengen beli bedak, make-up, blush on, dan macem-macem, makanya kasih aku uang yang banyak, Mas!” begitu balas Marni.

Hari itu Rojak dan Marni bertengkar hebat. Anak mereka yang pertama dan kedua sudah berumah tangga, sedangkan yang ketiga masih sekolah SMA dan yang keempat masih sekolah kelas V SD.

Keluarga besar Rojak memiliki perekonomian yang bagus, berbeda dengan saudara-saudara Marni, semua kakak-kakaknya adalah orang tak mampu. Ada bisik-bisik tetangga yang mengatakan, Marni selalu dihasut kakaknya untuk mengambil barang-barang milik keluarga Rojak. Barang curian tersebut kemudian dijual dan hasilnya dibagi rata.

Sebagai seorang suami, Rojak tak menaruh curiga berlebih kepada istrinya. Hari-hari dilalui tanpa ada kendala. Namun sayang, untuk kesekian kalinya, hal  yang sama terulang lagi. Kali ini mukena yang baru dibeli Siti (34) adik Rojak yang dijual Marni kepada pedagang di pasar. Pedagang itu menanyakan kepada Siti terkait barang tersebut karena Siti membeli mukena itu padanya.

Dari situlah, lama-kelamaan Rojak tidak tahan hati dengan kelakuan istrinya, banyak omongan-omongan miring  mengenai Marni. Pertengkaran hebat tak dapat dihindari, kali ini sebuah kata cerai pun terlontar dari mulut pria yang nampak lelah lantaran baru pulang bekerja tersebut. Airmata Marni pun tak sanggup membendung kesedihan. Keesokan harinya, Marni mengemasi barang-barangnya dari rumah yang sudah puluhan tahun ditinggali bersama Rojak.

Mengarungi sebuah bahtera rumah tangga bukan merupakan hal mudah, seperti apa yang dialami Rojak, kisah asmaranya bersama Marni akhirnya harus kandas di tengah jalan. Anak-anak yang masih memerlukan biaya sekolah tinggal bersama Rojak. Sedangkan Marni kini tinggal di rumah kakaknya. Selang beberapa bulan kemudian, karena tak tahan menanggung beban hidup yang semakin mencekik, Marni memutuskan untuk pergi ke Arab Saudi, bekerja sebagai TKI.

Hari demi hari dilalui Rojak tak secerah dulu, kesendirian membuatnya semakin larut dalam keterpurukan. Perlahan semangat hidupnya semakin meredup, hingga perusahaan tempat ia bekerja pun tak mau lagi menerimanya karena sudah tidak seproduktif dahulu. Yang dilakukannya hanya bermalas-malasan saat bekerja.

Hidup sebagai seorang pengangguran membuat Rojak semakin tak karuan, setiap malam yang dilakukan hanya berjudi dan mabuk-mabukan. Frustasi yang dialami semakin tak menentu, barang-barang elektronik yang dimilikinya sedikit demi sedikit terkuras untuk menutupi hutang-hutangnya karena kalah berjudi. Sadar akan keterpurukan yang ia alami, Rojak pun kemudian mencoba bekerja sebagai operator TKW bersama seorang teman di Jakarta. Namun nahas, berharap bisa memperbaiki hidupnya, nasib sial kembali menimpanya. Satu minggu bekerja, Rojak harus mendekam di penjara karena ia berkerjasama dengan lembaga illegal alias penipu.

Akhirnya, warisan berupa tanah seluas tiga hektar dijualnya untuk menebus kebebasan dirinya dari bui. Kini kehidupan Rojak pun semakin tak menentu, seorang pria yang masih harus mengurus kedua anaknya, menjalani hidup bagaikan buih di tengah lautan. Dua tahun kemudian, menjelang tengah malam, Tuhan nampaknya mengerti dengan apa yang diinginkan Rojak saat ini, seorang wanita yang dahulu pernah menghiasi hidupnya berdiri tepat di depan rumah, membawa mawar yang sebentar lagi akan mekar. (Haidaroh-PPL/Radar Banten)

Tags: Love Story September 2016
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Pedagang Supermall Cilegon Ngadu ke DPRD Soal Tarif Sewa

Next Post

Pattiro Banten: 1.406 Ruang Kelas di Kabupaten Serang Masih Rusak

Next Post

Pattiro Banten: 1.406 Ruang Kelas di Kabupaten Serang Masih Rusak

Dua ASN Banten Dipecat, Tujuh Pegawai Kena Hukuman Disiplin

Dua ASN Banten Dipecat, Tujuh Pegawai Kena Hukuman Disiplin

Minggu, 27 September 2026 08:02
konstruksi Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 3A

Pembangunan Konstruksi Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 3A Ditargetkan Rampung November 2026

Senin, 28 September 2026 14:28
Proyek PT Wankai

Pemkot Cilegon Stop Proyek PT Wankai, Warga: Pemadatan Lahan Masih Berjalan

Senin, 28 September 2026 12:54
Kawasan Industri Kabupaten Serang

Pemkab Serang Dorong Pembentukan Kawasan Industri

Minggu, 27 September 2026 19:02
Pencairan GU Kelurahan Cilegon

Lurah di Cilegon Keluhkan Pencairan Dana Operasional

Minggu, 27 September 2026 18:37
2 ASN Dipecat dan 7 Lainnya Disanksi, Kepala BKD Banten: Pimpinan OPD Punya Tanggung Jawab

2 ASN Dipecat dan 7 Lainnya Disanksi, Kepala BKD Banten: Pimpinan OPD Punya Tanggung Jawab

Senin, 28 September 2026 11:18
Pemancingan berbayar di kawasan tandon

Pemkot Tangsel Kaji Rencana Pemancingan Berbayar di Kawasan Tandon

Senin, 28 September 2026 15:03

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Pandeglang Berduka, Politisi Muda Demokrat Agus Bustomi Meninggal Dunia

Pandeglang Berduka, Politisi Muda Demokrat Agus Bustomi Meninggal Dunia

by Purnama Irawan
Senin, 28 September 2026 21:40
0

Almarhum Agus Bustomi.

alan Tol Serang-Panimbang, Ruas Tol Rangkasbitung-Cileles

Konektivitas Banten Selatan Makin Dekat, Tol Rangkasbitung–Cileles Masuk Uji Laik Fungsi dan Operasi

by Nurandi
Senin, 28 September 2026 19:56
0

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID - PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) mencatatkan tonggak penting dalam pengembangan Jalan Tol Serang–Panimbang, dengan dimulainya tahap...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.