CILEGON – Perselisihan pedagang di Supermall Cilegon dengan pihak pengelola mal terkait kenaikan harga sewa toko dan lapak akhirnya ditengahi oleh Kapolsek Pulomerak, Kota Cilegon, Kompol Kamarul di kantor pengelola mal, Rabu (7/9).
“Pikiran panas, hati harus tetap dingin. Sekarang tidak ada lagi yang aksi menggunakan senjata. Pedagang dan pengelola mal Cilegon itu adalah mitra kerja. Kita di sini untuk mencari titik temu, mari kita selesaikan dengan cari yang baik-baik,” ujar Kamarul.
Irwan, pengelola Supermall Cilegon, mengaku kenaikan harga sewa terpaksa dilakukan untuk meningkatkan fasilitas yang tersedia. “Penyesuaian harga sewa sudah disetujui managemen pusat dan sudah dipikirkan secara matang. Pihak menajemen pusat tidak bisa hadir,” ujarnya.
Andre, perwakilan pedagang Supermall Cilegon, mengungkapkan, penolakan kenaikan harga sewa sudah beberapa kali disampaikan namun tidak mendapat tanggapan dari pihak pengelola. “Seharusnya pihak manejemen memberikan kita alasan. Kita tetap mengedepankan musyawarah, tapi pihak manajemen pusat tidak hadir. Yang terpenting ada perwakilan pengelola yang bisa mengambil keputusan,” tegasnya.
Lebih lanjut Andre mempertanyakan alasan kenaikan harga sewa itu apakah merata di seluruh Supermall di Indonesia. Bahkan fasilitas tidak pernah ada peningkatakan. “Hampir setiap tahun naik 10 persen, tapi fasilitas tidak meningkat. CCTV saja tidak ada. Kalau ada yang naruh bom bisa dikatakan tidak ada yang tahu,” katanya.
Ferdinand, pedagang lainnya, mengungkapkan sopan santun pengelola mal kepada para pedagang. “Tolonglah sopan santunnya dijaga. Itu sudah berlangsung lama dan semua orang juga sudah tahu. Mereka hanya mengatakan, “Kalau sanggup silakan, kalau tidak silakan keluar.” Begitu ucapannya,” ungkap Ferdinand. (Riko)










