• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Travel Pariwisata

Panorama Pulau Rinca Takjubkan Peserta Fam Trip Singapore-Malaysia

Redaksi by Redaksi
Rabu, 21 September 2016 12:36
in Pariwisata, Travel
Panorama Pulau Rinca Takjubkan Peserta Fam Trip Singapore-Malaysia

LABUAN BAJO – Puluhan peserta FamTrip Minat Khusus Diving Pasar Singapura dan Malaysia yang diboyong Kementerian Pariwisata RI langsung trekking ke Pulau Rinca, Loh Buaya atau Teluk Buaya. Rupanya mereka sudah tidak sabar menyaksikan keunikan panorama pantai dan bukit, tempat “dinosaurus” Komodo itu berhabitat. Begitu tiba di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, rombongan sepakat untuk langsung jalan ke satu dari 10 top destinasi prioritas itu.

Dari bandara menuju Pulau Rinca ditempuh dengan perjalanan darat dan laut. Perjalanan darat hanya sekitar 10 menit menuju pantai Labuan Bajo. Kemudian dari pantai itu, dilanjut dengan naik speed boat sekitar 75 menit untuk perjalanan menuju pintu masuk Pulau Rinca.

RelatedPosts

Wisata Sejarah di Kota Tangerang: Dari Museum hingga Bangunan Kuno

Wisata Sejarah di Kota Tangerang: Dari Museum hingga Bangunan Kuno

Minggu, 11 Oktober 2026 13:09
Pariwisata Pandeglang

Pariwisata Pandeglang Terpuruk Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau

Rabu, 7 Oktober 2026 17:23
wisata Tanjung Lesung

Tanjung Lesung Tawarkan Wisata Laut Darat hingga Udara

Jumat, 2 Oktober 2026 13:45
strategi pemulihan pariwisata Banten

Pulihkan Wisata Banten, Dispar Siapkan Event di Anyer dan Tanjung Lesung

Rabu, 30 September 2026 17:01

Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Perjalanan Wisata Pengenalan Umum, Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kementerian Pariwisata RI, Andriyatna Rubenta mengatakan Pulau Rinca juga menjadi salah satu pulau di NTT yang menjadi tempat tumbuh dan berkembang biak komodo liar. Selain itu, juga di pulau itu juga masih ada kera liar yang hidup bebas di bawah hutan yang ada.

“Pulau ini juga menjadi tempat trekking bagi wisatawan. Selain rute yang menantang, juga pemandangannya bagus. Dari salah titik daerah tertinggi di pulau itu, akan bisa terlihat pemandangan yang menawan menuju arah permukaan laut,” katanya.

Pulau Rinca menjadi salah satu pulau yang masuk kawasan Taman Nasional Komodo. Pulau itu terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Selain di Pulau Rinca, komodo juga hidup di tiga pulau lainnya, yaitu Pulau Komodo, Gili Motang, dan Nusa Kode, yang semuanya juga masuk kawasan Taman Nasional Komodo. “Jumlah Komodo disini juga lumayan banyak. Jadi harus berhati-hati. Wisatawan yang melakukan trekking akan didampingi oleh ranger. Jumlah ranger tergantung jumlah rombongannya, bisa satu orang bahkan sampai empat orang,” katanya.

Pulau Rinca memiliki hamparan alam yang menakjubkan. Begitu sampai di pulau itu, Anda akan disambut dua patung komodo setinggi tiga meter tidak jauh dari pintu dermaga. Pemandangan di Pulau Rinca seperti di gurun savana, walaupun tandus dan gersang tapi indah. Pada beberapa titik banyak tumbuh pepohonan bakau menghiasi habitat sang naga purba ini. Begitu memasuki gerbang “Selamat Datang”, hanya beberapa meter dari pintu masuk, para komodo sudah menyambut.

Salah satu ranger yang mendampingi rombongan Fam Trip Kemenpar RI, Agus mengatakan, komodo tidak muncul setiap saat. Karena memang komodo itu makhluk yang betah lapar atau jarang mencari makan. Sejumlah komodo yang mau memunculkan dirinya juga biasanya hanya berdiam saja di bawah rumah dan dapur para ranger. Berkeliarannya komodo di area ini karena bau makanan yang memancing mereka berkumpul. Penciuman hewan pemangsa ini sangat tajam.

“Namun komodonya bukan berarti tidak berbahaya. Komodo mampu mencium bau hingga jarak 5 km. Bagi perempuan yang sedang haid harap memberitahu ranger, karena sangat berbahaya dan sebaiknya berada tetap di dalam rombongan,” akau Agus, yang mengaku berasal dari Mojosongo Boyolali ini.

Ada enam trek atau rute yang bisa dipilih wisatawan, dari trek pendek, sedang hingga terpanjang. Trek pendek ditempuh dalam waktu 40 menit sampai 60 menit. Trek yang panjang bisa tiga kali lipatnya.

Di tengah trek, ranger akan menunjukkan sarang komodo. Sarang komodo berbentuk lubang dengan kedalaman sekitar 2 meter. Di tempat inilah sang kadal raksasa bertelur.

Bagi yang suka petualangan menantang, disarankan memilih trek terpanjang. Kemungkinan Anda akan menjumpai komodo dengan berbagai ukuran, juga lebih besar tentunya.

“Komodo itu juga tidak setiap hari mau nongol. Ketika masa bertelur, komodo akan diam menjaga telurnya hingga tiga bulan lamanya. Kemudian dia pergi dan kembali ketika telurnya akan menetas. Dia akan melihat anaknya menetas. Anehnya, tidak untuk dilindungi agar tumbuh besar namun akan dimangsa sendiri. Tapi anaknya itu akan berusaha menyelematkan diri dengan berusaha kabur naik ke atas pohon sebelum dimangsa,” ujar Agus.

Semua cerita komodo itu dicatat, disaring, diabadikan, diambil gambar dan ilustrasi videonya oleh para peserta FamTrip. Mereka mulai mengantungi cerita dan gambar yang siap diolah dalam blog, website, dan media sosialnya. “Pekan lalu Media dan Industri Wisata Thailand yang kami ajak Famtrip di Labuan Bajo. Kali ini giliran Singapore dan Malaysia, dua pasar utama wisata Indonesia,” sebut Rizki Handayani, Asdep Pengembangan Pemasaran ASEAN yang mendampingi Deputi I Gde Pitana yang concern menggarap pasar mancanegara.

Peserta Fam Trip Kemenpar RI sangat menikmati trekking itu. Tak henti-hentinya mereka menjempretkan kameranya, baik ke titik fokus yang indah atau memotret dirinya sendiri (biasanya disebut selfie ). “Sangat indah. Menakjubkan,” kata Mohammed Hazli, peserta dari utusan media Malaysia.

Selepas dari Pantai Rinca, rombongan diboyong ke Pulau Kanawa. Menuju pulau itu, dibutuhkan waktu sekitar 45 menit dengan naik speed boat. Laut di sekitar Pulau Kanawa adalah sangat indah dan menawan. Tempat itu menjadi tempat wisata snorkling atau diving yang favorit. “Labuan Bajo itu terpilih menjadi snorkel site terbaik kedua dunia, versi CNN Internasional. Nomor satunya Raja Ampat Papua dan nomor tiganya Kep Galapagos di Atlantik, dekat Amerika Latin,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata. (ADVERTORIAL/Kemenpar RI)

Tags: Kementerian Pariwisata
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Kata Ketua Bappilu PPP, Pasangan Rano Karno – Embay Mulya Syarief Tinggal Tahap Penyelesaian

Next Post

Warga Cilegon Bawa Rexona Berisi Sabu-sabu

Next Post
Warga Cilegon Bawa Rexona Berisi Sabu-sabu

Warga Cilegon Bawa Rexona Berisi Sabu-sabu

Anggota Fraksi PDIP Ari Muhtadi

Anggota DPRD Kabupaten Serang Fraksi PDI Perjuangan Ari Muhtadi, Putra Daerah yang Ingin Bangun Tanah Kelahiran Lewat Jalur Politik

Minggu, 1 November 2026 18:08
Rotasi Mutasi Pemkot Cilegon

Besok, Pemkot Cilegon Mulai Proses Rotasi Mutasi untuk Isi Tujuh Jabatan Eselon II

Minggu, 1 November 2026 13:45
Tiket Kereta Jarak Jauh

Pemesanan Tiket Kereta Jarak Jauh Dibuka, KAI Ajak Warga Rangkasbitung Rencanakan Perjalanan

Minggu, 1 November 2026 13:49
Jonatan Christie final Hylo Open 2026

Jonatan Christie dan Tiwi/Fadia Lolos ke Final Hylo Open 2026, Indonesia Amankan Dua Tiket

Minggu, 1 November 2026 09:20
Rotasi Mutasi Pemkot Cilegon

Begini Tahapan Pengisian Tujuh Jabatan Eselon II Pemkot Cilegon Melalui Manajemen Talenta

Minggu, 1 November 2026 14:08
Rotasi Mutasi Pemkot Cilegon

Wakil Ketua DPRD Cilegon Minta Proses Rotasi Mutasi ASN Jangan Sekadar Formalitas

Minggu, 1 November 2026 14:12
Kejati Banten

Tiga Kejari di Banten Usut Dugaan Korupsi PKBM, Kajati: Sudah Penyidikan

Senin, 2 November 2026 12:49

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Balai Latihan Poliran

Kantah Kota Serang Serahkan Sertipikat Tanah untuk Balai Latihan Poliran Polda Banten

by Fahmi
Senin, 2 November 2026 19:14
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Serang menyerahkan Sertipikat Hak Pakai atas satu bidang tanah milik negara kepada Polresta...

Kemacetan Bojonegara-Pulo Ampel

Masyarakat Bojonegara-Pulo Ampel Masih Dihadapkan pada Kemacetan, Salah Satu Penyebabnya Parkir Liar

by Ahmad Rizal Ramdhani
Senin, 2 November 2026 19:07
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Salah satu hal yang pertama kali terlintas di benak kita ketika mendengar kata Bojonegara ataupun Pulo Ampel...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.