SERANG – Dinas Pendidikan Provinsi Banten menggelar peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-51 di halaman Masjid Raya Al-Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang Rabu (28/9). Acara dibuka oleh Gubernur Banten Rano Karno dan dihadiri Kepala Subdit Program dan Evaluasi Kemendikbud Pahala Simanjuntak, Sekda Banten Ranta Soeharta, dan sejumlah pejabat Pemprov Banten.
Saat membuka acara, Rano menyampaikan, program pemberantasan tuna aksara di Indonesia cukup berhasil. Di Provinsi Banten pada 2010, jumlah tuna aksara 218.000 orang, 2015 tinggal 51.000 orang, dan pada 2016 jumlahnya menurun lagi. Diperkirakan tinggal 33.500 orang.
Meski angka tuna aksara menurun, lanjut dia, namun kualitas pendidikan di Banten belum bermakna. Apabila mereka yang tuna aksara tidak ditopang dengan pengembangan dan layanan minat secara berkelanjutan. “Saya merasa bagaimana sulitnya mengajak masyarakat bisa membaca dan menulis untuk tetap semangat ingin belajar. Data menyebutkan, hasil evaluasi dan survei lembaga internasional dan survei lainnya menunjukkan bahwa minat dan budaya baca kita masih rendah,” tuturnya.
Untuk itu, lanjut Rano, pemerintah perlu kerja keras untuk menumbuhkan minat dan budaya baca dengan melibatkan partisipasi warga Banten. “Semoga dalam kegiatan peringatan Hari Aksara Internasional ini dapat memberikan manfaat banyak bagi peningkatan kualitas pendidikan di Banten,” tambahnya. (Ade F)








