LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Pada momen peringatan hari guru yang diperingati setiap 25 November, Uas Romansah guru SMPN 9 Satap Cibeber, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak menorehkan prestasi luar biasa.
Uas Rohmansah menyabet juara terbaik ke dua tingkat nasional kategori guru dedikatif pada gelaran kegiatan Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Tahun 2023 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Jakarta pada Jumat, 24 November 2023.
Penghargaan ini terdiri dari empat kategori yaitu GTK Inovatif, GTK Dedikatif, GTK Inspiratif, dan Terima Kasih Guruku dengan khusus untuk kategori GTK Inovatif dan GTK Dedikatif pelaksanaannya dilakukan berjenjang dari tingkat provinsi ke pusat sedangkan peserta terbaik tingkat nasional menerima penghargaan dari Ditjen GTK.
“Ya, alhamdulilah atas prestasi dan dedikasi yang luar biasa dari pak guru Uas Romansah smpn 9 Satap Cibeber sebagai terbaik ke dua tingkat nasional kategori guri smp dedikatif pada ajang GTK tahun 2023 yang diselenggarakan Kemendikbudristek,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Hari Setiono, Minggu, 25 November 2023.
Menurut dia, Uas Romansah membuat bangga seluruh keluarga besar dinas pendidikan kabupaten Lebak yang bertepatan dengan momen peringatan hari guru tahun 2023.
“Tentunya, ini adalah kado terindah dari seorang guru hebat untuk kabupaten lebak. Saya secara pribadi maupun atas nama keluarga dinas penddikan merasa bangga. Diharapkan ini menjadi motivasi bagi para guru lainnya untuk berprestasi,” kata mantan kepala Bapenda Lebak ini.
Hari juga mengucapkan selamat hari guru tahun 2023. Kata dia, tangtangan yang dihadapi para guru pada era seperti saat ini cukup komplek. Dimana dibutuhkan dedikasi yang seutuhnya oleh guru sehingga dapat menghasilkan anak didik unggul dan berkarakter terlebih para guru yang tinggal di pelosok kampung dan desa.
“Tentunya, guru sangat berperan dalam penguatan pendidikan karakter bagi anak didiknya, dimana guru harus mencontohkan apa yang disampaikan dan akan ditiru oleh anak didiknya. Keteladanan yang dicontohkan oleh guru akan memudahkan penerapan nilai-nilai karakter bagi peserta didik,” katanya.
Dihubungi terpisah Uas Romansah guru agama SMPN 9 Satap Cibeber, Kabupaten Lebak mengaku tidak menyangka bakal meraih juara dua tingkat nasional tahun 2023 kategori guru SMP dedikatif khusus daerah terpencil dan tertinggal.
“Sama sekali saya tak menyangka, dipanggil untuk di tingkat Provinsi Banten saja audah bersukur. Karena memang persaingannya cukup ketat. Tapi alhamdulilah berkat dukungan dan doa semuanya muali dari keluarga, anak didik sampai dinas pendidikan Lebak dan Banten meraih juara dua di bawah temen dari Papua,” kata Rohman.
Rohman mengatakan, sebelum diumunkan menjadi kedua terbaik tingkat nasional ia mesti mempresentasikan program unggulannya di hadapan tiga dewan juri yang berkmopeten.
“Dewan juri mungkin melihat lain dari vidio saya, naskah dan presenante saya yang dianggapnya sudah pas dan sesuai. Padahal yang lainnya jiga sama baiknya seperti yemangeman di papua, kalimantan,” katanya.
Adapum program unggulan yang di ciftakan Rohman yang mengantarkannya menjadi juara 1 di tingkat Provinsi Banten dan juara 2 nasional yaitu Program Sabda Tasi (Sapa budaya dan wsata edukasi). Dimana, murid diajak belajar tidak hanya di sekolah tapi siswa diajak berkunjung ke tempat-tempat wisata budaya sambil belajar.
“Sebelumnya anak didik seolah jenuh belajar di sekolah ditambah pendidikan belum menjadi prioritas utama warga. Karena itu sebagai seorang guru penggerak angkatan 6 saya membuat program Sabda Tasi agar anak tidak jenuh belajar. Tapi belajar dengan menyenangkan. kebetulan di Cibeber banyak terdapat lokasi wisata dan wisata budaya. Murid diajak belajar tidak hanya di sekolah tapi siswa diajak berkunjung ke tempat-tempat wisata budaya sambil belajar. Kan di daeeah Cibeber banyak objek wisata seperti air terjun, perkebunan teh maupun wisata budaya seperti kasepuhan. Ternyata anak-anak menyukainnya,” jelasnya.(*)
Editor : Merwanda











