SERANG – Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, Bank Banten adalah persembahan Pemprov Banten untuk masyarakat.
“Ini kami persembahkan Bank Pembangunan Daerah Banten untuk masyarakat Banten,” kata Rano Karno saat memberikan sambutan pada acara Grand Launching Bank Banten di Alun-alun Banten Lama, Kasemen, Kota Serang, Selasa (4/10) malam.
Rano mengatakan, proses pendirian Bank Banten ini, berjalan selama 7 bulan berkat kerja sama seluruh elemen sehingga mewujudkan bank pembangunan daerah ini.
“Alhamdulillah, selama 7 bulan berjalan prosesnya, kita bisa launching di tempat ini, karena tempat ini memiliki sejarah panjang dari kesultanan Banten. Kami berharap ruh dari semangat perkembangan Provinsi Banten,” katanya.
Rano mengatakan, kendati dilihat dari jumlah APBD Banten hanya mencapai Rp9,3 triliun, tetapi bila digabungkan dengan APBD kabupaten dan kota, maka mencapai sekitar Rp26 triliun. Dengan nilai investasi mencapai Rp149 triliun, maka Banten layak memiliki bank pembangunan daerah untuk mengelola keuangan dalam percepatan pembangunan.
“Kita memiliki sekitar 68 ribu UMKM dan ini yang harus tetap kita kembangkan untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Bank Banten berasal dari Bank Pundi yang diakuisisi. Bank Pundi Indonesia Tbk resmi berganti nama menjadi PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten), tertuang dalam Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12/KDK.03/2016 tertanggal 29 Juli 2016 tentang Penetepan Penggunaan Izin Usaha Atas Nama Bank Pundi menjadi Bank Banten.
Pergantian nama tersebut berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan pada 10 Juni 2016 lalu yang dilanjutkan dengan Persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada 27 Juni 2016. (Fauzan Dardiri)









