MEMULAI karir akting dalam film Eiffel I’m in Love pada 2003, selanjutnya Shandy Aulia lebih dikenal sebagai aktris spesialis genre remaja dan drama. Namun, empat tahun terakhir, perempuan yang juga berbisnis fashion itu sepertinya banting setir menjadi pemain film horor. Mayoritas film yang dibintanginya bertema horor. Mulai dari Rumah Kentang, 308, Mall Klender, Rumah Gurita, Tarot, hingga yang teranyar, The Doll.
“Dulu enggak pernah kepikiran main film horor. Kan film horor Indonesia identik dengan seks-horror,” kata perempuan 29 tahun itu saat ditemui pada pemutaran perdana film The Doll di Djakarta Theater XXI, Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (21/10).
Saat ditawari bermain film horor untuk kali pertama, Shandy sempat ragu. Namun, setelah dibaca, ceritanya jauh dari seks-horror yang selama ini ada dalam benaknya. Shandy pun ingin mencobanya. Tidak disangka, perkenalannya dengan film horor membuatnya sangat bersahabat dengan film-film tersebut hingga sekarang.
Menurut Shandy, The Doll menguras energinya. Bahkan, sebelum syuting pun, perjuangan Shandy yang beradu peran dengan Denny Sumargo sudah dimulai. Shandy harus tahan berjam-jam dengan riasan tebal itu. “Terus, juga ada adegan kesurupan. Adegan kesurupan saya itu paling serem lho. Mungkin lebih serem dari setannya,” jelas Shandy. Hiii… (jpg/alt/ira)











