• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Featured

Bohong Juga Bisa Bikin Kecanduan Loh

Redaksi by Redaksi
Rabu, 2 November 2016 15:58
in Featured, Style, Zetizen
Bohong Juga Bisa Bikin Kecanduan Loh

Zetizen

Sepintar-pintarnya menyimpan bangkai, lama-lama akan kecium juga busuknya. Yap, itulah salah satu pepatah tentang berbohong. Emm, memang nggak bisa dipungkiri sih, setiap dari kita pasti pernah berbohong kan? Hayo, jujur deh.

Masih ingat dengan film Pinokio, boneka kayu yang bisa berubah menjadi manusia dan hidungnya akan memanjang jika berbohong? Yap, itulah film edukasi untuk mengingatkan kita tentang buruknya berbohong. Karena tidak baik, maka perilaku ini jangan dianggap remeh ya Gengs. Meski awalnya kita berbohong tentang hal kecil, tapi lama-lama bisa jadi kita akan berbohong tentang hal besar karena sudah terbiasa. Danger, Guys!

RelatedPosts

IYF 2026

Dari Tahfidz hingga Robotik, IYF 2026 Jadi Ajang Cetak Generasi Unggul

Minggu, 20 September 2026 11:14
Baju bekas

Jangan Asal Jual Baju Bekas, Ini 6 Ciri Pakaian yang Layak Dijadikan Preloved

Jumat, 11 September 2026 18:10
Di Balik Asap Dapur Rutan Serang, Warga Binaan Ini Menemukan Jalan Pulang

Di Balik Asap Dapur Rutan Serang, Warga Binaan Ini Menemukan Jalan Pulang

Sabtu, 25 Juli 2026 08:00
Mengenal Tapir, Satwa Langka Indonesia yang Terancam Punah dan Dilindungi Negara

Mengenal Tapir, Satwa Langka Indonesia yang Terancam Punah dan Dilindungi Negara

Senin, 6 Juli 2026 07:38

Di depan sih bilang, ’’I swear,’’ tapi di belakang punggung ada crossed finger yang sembunyi. Ya gitu tuh yang biasa dilakuin pembohong. Eits, tapi setiap manusia pasti pernah bohong, at least once atau kalau lagi kepepet. Buktinya, 9 di antara 10 Zetizen aja pernah bohong kok.

Menurut Fenny Listiana SPsi, konselor Sparta Communication, bohong emang merupakan perilaku alami yang hampir pasti pernah dilakukan manusia. Yap, bohong itu sama naturalnya seperti berjalan, menangis, atau aktivitas manusiawi lain. Bohong sering kali dipakai sebagai bagian dari mekanisme pertahanan diri sehingga manusia berusaha mencari pembenaran atas hal-hal yang mereka lakukan.

Ada beberapa hal yang bisa mengakibatkan manusia berbohong. Ada faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah menutupi kekurangan diri. Faktor eksternal bisa dilakukan untuk melindungi kepentingan orang lain yang didasari rasa empati. Faktor internal, misalnya, seseorang berbohong kalau punya banyak teman supaya dibilang gaul, padahal kenyataannya nggak. Contoh faktor eksternal, orang berbohong untuk melindungi kepentingan sahabatnya. ’’Baik itu faktor internal maupun eksternal, pada dasarnya semua kembali lagi sebagai bentuk mekanisme perlindungan diri manusia,’’ jelas Fenny.

Dalam berbohong, manusia melakukan proses rekayasa sesuatu yang sebenarnya nggak nyata. Karena itu, sebagian ahli percaya bahwa orang yang sering dan gemar berbohong cenderung punya kreativitas tinggi. Sebab, mereka dituntut selalu bisa menciptakan berbagai ’’skenario’’ dalam pikiran untuk menutupi fakta yang sebenarnya. Jadi, orang yang terbiasa berbohong emang bisa dibilang merupakan orang dengan kecerdasan tinggi. Then, is lying classified as a good deeds? Eits, belum tentu!

Secara umum, bohong emang bisa dilakukan secara positif atau negatif. That’s why, muncul istilah white lie. Meski ditujukan untuk kebaikan, white lie tetap sebuah kebohongan yang dalam dunia psikologi harus dihindari. ’’Meskipun ditujukan untuk kebaikan, bohong itu seharusnya emang dihindari. Pembohong merasa nggak pede kalau nggak menciptakan ’skenario’ sesuai dengan yang mereka mau. Lama-lama, tingkat kebohongannya akan makin sulit ditoleransi,’’ ujar Fenny.

Eits tapi tenang, bohong adalah perbuatan yang dilakukan secara sadar sehingga semua manusia punya kendali untuk mengontrolnya. Menurut Fenny, salah satu cara meminimalkan kebohongan adalah meyakini masih ada cara untuk bisa meyakinkan orang lain selain dengan kebohongan. Selain itu, hindari terlalu banyak berimajinasi yang melebihi batas saat kamu berada dalam situasi yang terjepit. Soalnya nih, seseorang cenderung berbohong saat kepepet. Eits, sama nih kayak 44 persen Zetizen yang bohong biar nggak kena hukuman. Upsyy!
Last but not least, Fenny menegaskan bahwa kebohongan layaknya sebuah fenomena gunung es. Kalau dibiarkan, bohong bisa menjadi bad habit yang merusak kepribadian. Padahal, di balik kebohongan, banyak masalah yang menumpuk. ’’Jangan berpikir kalau semua masalah akan selesai dengan berbohong. Akan selalu ada jawaban-jawaban yang dibutuhkan dari sebuah kebohongan. Makanya, sekali bohong, manusia akan terus menciptakan kebohongan-kebohongan lain,’’ tuturnya.

Kalau di kalangan Gen Z, berbohong itu jadi senjata untuk membuat alasan. Seperti yang pernah dilakukan Raihan Izfandria, siwa SMPN 5 Kota Cilegon. Ia mengaku pernah berbohong saat disuruh belajar oleh orangtuanya. “Soalnya, saat itu emang lagi malas belajar. Jadinya, daripada kena omel orangtua karena nggak belajar, ya akhirnya bohong deh. Padahal sebetulnya, di dalam kamar saya main handphone, bukan belajar,” akunya.

Meski begitu, Raihan yang aktif ekskul Paskibra ini juga menyesal, karena berbohong kepada orangtua itu nggak baik dan dosa loh. Selain Raihan, juga ada Kheriya Yulianingrum. Gen Z yang hobi menyanyi ini juga mengaku, pernah bohong ke orangtuanya loh.

“Dulu sih pernah bohong pas mau main bareng teman. Izinnya mau belajar kelompok, tapi ternyata malah melipir ke tempat main. Soalnya, kalau jujur takut kena omel atau dilarang main. Meskipun akhirnya ketahuan dan sekarang sih trauma,” beber siswi SMPN 5 Cilegon yang menyesal pernah berbohong.

Wah, jadi ketahuan kan? Takut diomeli dan tidak mendapat izin dari oarangtua menjadi alasan utama Gen Z berbohong. Sehingga, sadar ataupun tidak, bohong menjadi solusi jitu. Eitts, karena bohong itu perbuatan buruk, pastinya akan ada balasan buruk juga loh saat kita ketahuan bohong. Misalnya potong uang jajan, smartphone kesayangan disita, atau bahkan dikurung di dalam kamar karena tidak kapok sering berbohong.

Nah, sebagai generasi cerdas penopang kemajuan bangsa, tentu harus menjauhi kebiasaan berbohong, walaupun itu demi kebaikan. Karena bohong itu perbuatan buruk, jadi jelas nggak ada yang baik dong. Jadi, jujurlah meski itu hal buruk. (wivy-zetizen/nrm/zee)

Tags: PelajarRemajaZetizen
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Tersedia 11.454 Lowongan Pekerjaan di Banten Job Fair

Next Post

Komisi V DPRD Banten Minta Pengawasan Distribusi Obat Diperketat

Next Post
Komisi V DPRD Banten Minta Pengawasan Distribusi Obat Diperketat

Komisi V DPRD Banten Minta Pengawasan Distribusi Obat Diperketat

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Berziarah ke Makam Leluhurnya di Pandeglang

Minggu, 4 Oktober 2026 17:29
Kapolri Jendra Suyudi Ario Seto

Empat Hari Dilantik, Kapolri Jendral Suyudi Ziarah ke Makam Leluhur di Rangkasbitung

Minggu, 4 Oktober 2026 17:08
Pergantian pejabat eselon II

Bupati Tangerang Rotasi Pejabat, Ana Supriatna Dicopot dari Jabatan Kasatpol PP

Sabtu, 3 Oktober 2026 07:35
Reaktivasi Kereta Rangkasbitung-Labuan

Dishub Pandeglang Siapkan Trayek Angkutan Dukung Reaktivasi Kereta Rangkasbitung-Labuan

Sabtu, 3 Oktober 2026 17:20
Suyudi Ario Seto

Keluarga Besar Ibunda Suyudi Ario Seto Gelar Tasyakuran di Pandeglang

Kamis, 1 Oktober 2026 18:02
Tol Serang-Panimbang

Wakil Bupati Pandeglang Nilai Pintu Tol Bojong Sebagai Pembuka Isolasi Ekonomi Banten Selatan

Jumat, 2 Oktober 2026 13:50
Kota Serang

Anggaran Seremonial Dipangkas, Infrastruktur Kota Serang Digenjot

Minggu, 4 Oktober 2026 14:23

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

HUT ke-81 TNI

Sinergitas TNI-Polri Diperkuat di Pasar Kemis dan Sindang Jaya

by Mulyadi
Senin, 5 Oktober 2026 16:30
0

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas dan...

Polresta Serang Kota

Kapolresta Serang Kota Beri Kejutan HUT ke-81 TNI di Kodim 0602/Serang

by Fahmi
Senin, 5 Oktober 2026 14:54
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Soliditas dan sinergitas TNI-Polri kembali diperkuat melalui momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI. Kapolresta Serang Kota...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.