• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Featured

Kuliah di Negeri Orang, Apa yang Harus Dipersiapkan?

Redaksi by Redaksi
Rabu, 9 November 2016 15:31
in Featured, Style, Zetizen
Kuliah di Negeri Orang, Apa yang Harus Dipersiapkan?

SELAIN untuk menimba ilmu, kuliah di luar negeri selalu terdengar menarik karena kamu bisa merasakan pengalaman berbeda. Bepergian jauh, mengenal orang, dan hidup di tengah budaya baru menjadi beberapa hal yang pasti ditunggu-tunggu. Namun, untuk merasakan semua itu, tentu ada perjuangan yang perlu kamu lakukan. Pengalaman Zetizen berikut ini bisa jadi gambaran suka duka yang akan kamu hadapi saat berkuliah di luar negeri.

Kesempatan keliling Eropa tiap bulan. Itu yang dialami Rizka Amelia, 19. Ia menimba ilmu di Coventry University Inggris.

RelatedPosts

IYF 2026

Dari Tahfidz hingga Robotik, IYF 2026 Jadi Ajang Cetak Generasi Unggul

Minggu, 20 September 2026 11:14
Baju bekas

Jangan Asal Jual Baju Bekas, Ini 6 Ciri Pakaian yang Layak Dijadikan Preloved

Jumat, 11 September 2026 18:10
Di Balik Asap Dapur Rutan Serang, Warga Binaan Ini Menemukan Jalan Pulang

Di Balik Asap Dapur Rutan Serang, Warga Binaan Ini Menemukan Jalan Pulang

Sabtu, 25 Juli 2026 08:00
Mengenal Tapir, Satwa Langka Indonesia yang Terancam Punah dan Dilindungi Negara

Mengenal Tapir, Satwa Langka Indonesia yang Terancam Punah dan Dilindungi Negara

Senin, 6 Juli 2026 07:38

’’Keinginanku untuk merasakan hidup di negara orang itu simpel. Sebab, pengalaman yang didapat selama menetap di negara lain nggak bisa dibeli dengan cara apa pun. Apalagi, aku menetap di Eropa yang punya akses bebas untuk bepergian ke negara tetangga,” kata dia.

Setiap libur panjang kuliah atau bahkan setiap weekend, ia bisa jalan-jalan ke Belanda dan menikmati kultur di sana. Bisa juga mengunjungi negara tetangga lainnya tanpa harus bayar visa tambahan. Selama berada di Inggris, ia juga sering dapat promo tiket kereta api untuk keliling negara tetangga lainnya. Pengalaman kayak gitu nggak bisa didapat di Indonesia.
Tapi, selain bisa bersenang-senang, menurutnya, ia harus berjuang menyelesaikan studiku. “Ternyata beradaptasi dengan sistem kuliah di Inggris nggak semudah yang aku pikirkan. Aku harus membiasakan kerja cepat plus analytical skill yang tinggi,” tuturnya.

Pada semester awal, setiap hari harus bikin paper yang tebal-tebal. Untungnya, ia emang suka menganalisis dan udah terbiasa baca. Jadi, akhirnya memanfaatkan semua tugas itu untuk terus belajar dan menjalin network dengan berbagai orang. “Harapannya, aku bisa memanfaatkannya untuk mengembangkan bisnis yang jadi cita-citaku,’’ tukasnya.

Sementara kuliah di luar negeri bagi Dio Putra Britayana membuatnya menjadi pribadi yang lebih mandiri. Itu diungkapkan mahasiswa Freie Universitat Berlin, Jerman, ini.

’’Kuliah di Freie Universitat Berlin (FUB) emang jadi impianku sejak SMA. Sebab, universitas itu adalah salah satu elite universities di Jerman. Selain itu, FUB dikenal expert dalam bidang sosial humaniora yang merupakan jurusanku. Jadi, aku pasti senang banget waktu berhasil kuliah di situ.

Tapi, rasa senang itu juga harus dibayar perjuangan yang nggak mudah. Yang paling berat adalah rasa jauh dari keluarga dan teman-teman. “Aku sering banget kangen sama Indonesia. Apalagi, di Jerman aku dilatih untuk benar-benar mandiri. Mulai masak, keuangan, sampai urus asuransi kesehatan, aku kerjakan sendiri,” kata dia.

That’s why, buat memenuhi kebutuhan selama menetap di Jerman, ia nggak hanya kuliah, tapi juga bekerja part-time. “Aku memilih part-time di pabrik kertas yang mengolah bahan-bahan kertas jadi buku, binder, menu restoran, dan semacamnya. Lumayan lah kalau lagi liburan semester gajinya bisa aku pakai buat liburan dan jalan-jalan. Oh iya, sedikit tip dari aku, jangan boros kalau hidup di Jerman. Usahakan belajar masak sendiri deh biar lebih irit kayak aku. Hahaha,’’ celotehnya.

Belajar sekaligus mengenalkan budaya lokal, menjadi hal yang diungkap Mahardika Nerhu. Cowok 21 tahun ini kuloah di Jiangsu Institute of Commerce, Tiongkok.

’’Banyak banget perjuangan kuliah di Tiongkok. Dari awal datang ke Tiongkok, aku udah bingung cara berkomunikasi. Sebab, aku lebih menguasai bahasa Inggris daripada Mandarin dan mayoritas orang Tiongkok lebih menghargai bahasanya. Jadilah masa studiku kepotong untuk belajar bahasa selama setahun,” kata dia.

Belajar bahasa pun nggak cukup. Untuk memudahkan berkomunikasi, ia selalu aktif deketin dosen dan rajin tanya-tanya. Untungnya, semua itu akhirnya membuahkan hasil. “Pada tahun kedua ini, aku cepat menyelesaikan materi dan udah mulai praktik di dunia electronic commercial,” terangnya.

Nah, untuk mengisi waktu luang, ia menjadi seorang aktivis di kampusku. Selain untuk masa depan, ia belajar beberapa budaya di Tiongkok. Hal-hal seperti itu ia manfaatkan untuk mencari teman-teman berprestasi yang menginspirasi. Apalagi, di sana sering diadakan agenda kultural yang menampilkan aneka ragam budaya dari berbagai negara. “Ini seru banget. Sebab, budaya itu tetap terasa indah meski masih tetap ada kendala bahasa,’’ cuapnya.

Ada pepatah bilang, gapailah ilmu hingga ke negeri Cina. Sebagai anak bangsa tentu kita harus punya semangat dan visi menimba ilmu baik di dalam ataupun di luar negeri. Nah, kalau bahas soal kuliah ke luar negeri, siapa yang nggak ingin bisa melanjutkan jenjang pendidikan di luar negeri?

Pastinya, kuliah di luar negeri jadi impian banyak Gen Z yang ingin mendapatkan wawasan lebih luas lagi. Selain terdengar hebat, kuliah di luar negeri juga bisa jadi salah satu jaminan masa depan yang cerah loh.

Tapi, impian emas itu kadang harus terbentur dengan masalah biaya yang mahal dan mungkin hanya cocok untuk kalangan ekonomi menengah ke atas. Eits, jangan pesimis dulu, bagi Gen Z yang ingin kuliah di luar negeri tapi terbentur biaya, masih ada cara lain kok, salah satunya dengan jalur beasiswa. Di antaranya yaitu beasiswa Monbukagakusho dari Kedutaan Jepang, Australia Awards Scholarships (AAS) di Australia, dan beasiswa luar negeri lainnya.

Linda Septiya Normawati, siswi SMAN 1 Kota Serang ini termasuk salah satu Gen Z yang punya keinginan bisa kuliah di luar negeri. “Pasti seru banget. Bisa menambah pengalaman dan mendapatkan wawasan yang lebih luas di luar negeri. Keragaman budaya juga jadi salah satu alasan saya ingin kuliah di luar negeri. Maka itu, saya persiapkan diri mulai dari harus mendapat nilai bagus dan ikut les bahasa asing,” papar siswi yang ingin kuliah di Amerika Serikat dengan jurusan ekonomi ini.

Keinginan yang sama juga datang dari Muhammad Azka Khowaijmi. Siswa SMAN 3 Kota Serang ini ingin melanjutkan pendidikannya di Kairo, Mesir. “Karena saya ingin belajar secara mendalam tentang agama sekaligus ingin mendalami teknik sipil, baik di Kairo ataupun di negara lainnya,” tutur Gen Z yang punya hobi main futsal ini.

Guys, khususnya buat kamu yang kini duduk di bangku menengah atas, tentu mendapatkan beasiswa luar negeri itu nggak mudah loh. Ya sulitnya sih sama kayak mencari jodoh gitu, hihi.

Maka itu, tentu harus memiliki persiapan matang dan usaha maksimal. Apa saja sih yang mesti di disiapkan buat dapat beasiswa kuliah di luar negeri?

Pertama, memiliki nilai bagus. Yap, meski nilai bukan penentu utama kemampuan sesorang, nyatanya nilai jadi salah satu pertimbangan apakah kamu layak atau tidak untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Karena dari nilai, lembaga beasiswa bisa menilai seberapa pantaskah kamu menggunakan dana dari lembaganya.

Kedua, memiliki kemampuan bahasa asing yang mumpuni. Yaiyalah, namanya juga mau kuliah di luar negeri jadi harus memiliki kemampuan bahasa asing sebagai alat komunikasi saat kita berada di luar negeri. Ikut bimbel atau les bahasa asing bisa jadi cara kamu mempersiapkan diri untuk mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri. (wivy-zetizen/fri/zee)

Tags: PelajarRemajaZetizen
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Investasi di Banten Masih Didominasi Penanaman Modal Asing

Next Post

Ratusan Warga Cilegon Dilatih Memandikan dan Mengafani Jenazah

Next Post
Ratusan Warga Cilegon Dilatih Memandikan dan Mengafani Jenazah

Ratusan Warga Cilegon Dilatih Memandikan dan Mengafani Jenazah

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Berziarah ke Makam Leluhurnya di Pandeglang

Minggu, 4 Oktober 2026 17:29
Kapolri Jendra Suyudi Ario Seto

Empat Hari Dilantik, Kapolri Jendral Suyudi Ziarah ke Makam Leluhur di Rangkasbitung

Minggu, 4 Oktober 2026 17:08
Pergantian pejabat eselon II

Bupati Tangerang Rotasi Pejabat, Ana Supriatna Dicopot dari Jabatan Kasatpol PP

Sabtu, 3 Oktober 2026 07:35
Reaktivasi Kereta Rangkasbitung-Labuan

Dishub Pandeglang Siapkan Trayek Angkutan Dukung Reaktivasi Kereta Rangkasbitung-Labuan

Sabtu, 3 Oktober 2026 17:20
Kota Serang

Anggaran Seremonial Dipangkas, Infrastruktur Kota Serang Digenjot

Minggu, 4 Oktober 2026 14:23
Suyudi Ario Seto

Keluarga Besar Ibunda Suyudi Ario Seto Gelar Tasyakuran di Pandeglang

Kamis, 1 Oktober 2026 18:02
Tol Serang-Panimbang

Wakil Bupati Pandeglang Nilai Pintu Tol Bojong Sebagai Pembuka Isolasi Ekonomi Banten Selatan

Jumat, 2 Oktober 2026 13:50

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Branding Baduy dan Multatuli

Pemkab Lebak Perkuat Branding Baduy dan Multatuli untuk Menarik Investor dan Wisatawan

by Nurabidin
Senin, 5 Oktober 2026 18:47
0

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak akan memperkuat identitas daerah melalui branding Baduy dan Multatuli. Kedua ikon tersebut dinilai...

Pencurian sepeda motor Cikupa

Dikejar Korban dan Warga, Dua Terduga Curanmor Diamankan di Cikupa

by Mulyadi
Senin, 5 Oktober 2026 18:41
0

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Polsek Cikupa, Polresta Tangerang, mengamankan dua terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kampung Talaga, Desa...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.