SERANG – Era digital semakin hari semakin terus berkembang, hampir segala aspek yang bisa menunjang kehidupan manusia ada dalam bentuk digital. Dengan hal tersebut, digital pun seakan-akan menjelma menjadi kebutuhan hidup manusia dan pilihan untuk pengembangan diri manusia tersebut.
Melihat posisi strategis dunia digital dalam kehidupan manusia tersebut, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Banten menggelar workshop peningkatan kapasitas digital literasi melalui pemberdayaan teknologi dan informasi serta internet sehat kepada 313 orang guru, dan melibatkan ketua PGRI dan universitas pada tanggal 3-5 November lalu di Grand Serpong, Tangerang.
Kepala Dishubkominfo Provinsi Banten, Revri Aroes mengungkapkan, tujuan adanya agenda sosialisasi ini yaitu untuk mengenalkan digital literasi kepada para guru serta peningkatan kapasitasnya. Apa yang dimaksud literasi digital, pemanfaatannya, dan dampaknya.
“Sehingga nanti para guru bisa lebih bijak menyikapi literasi digital ini dan kemudian nanti kembali menjelaskan kepada para murid-muridnya di masing-masing sekolah,” ujar Revri.
Literasi digital sendiri bukan hanya sekedar kemampuan mencari, menggunakan dan menyebarkan informasi akan tetapi, diperlukan kemampuan dalam membuat informasi dan evaluasi kritis, ketepatan aplikasi yang digunakan dan pemahaman mendalam dari isi informasi yang terkandung dalam konten digital tersebut.
Di sisi lain, literasi digital mencakup tanggung jawab dari setiap penyebaran informasi yang dilakukannya karena menyangkut dampaknya terhadap masyarakat.
Penyikapan literasi digital dengan baik, tentu menurut Revri akan menimbulkan efek baik. Misalnya, untuk para guru, akan lebih mudah mendapatkan bahan ajar yang lebih efektif, efisien, dan menyenangkan untuk para murid. “Kemudian, pelayanan-pelayanan pun bisa lebih mudah, dengan cara online, sehingga tidak lagi harus menghabiskan energi dan waktu yang banyak,” ujarnya. (ADVERTORIAL/Dishubkominfo Banten)










