SERANG – Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi Banten, Andy Fatmawati menegaskan saat ini jumlah pustakawan di BPAD Banten masih kurang. Menurutnya, saat ini BPAD hanya memiliki lima pustakawan, sedangkan idealnya memiliki 20 pustakawan.
Menurut Andy, kurangnya pustakawan tersebut dikarenakan kurang berminat nya para lulusan pustakawan menjadi seorang pustakawan dan arsiparis. “Padahal ada sekolahnya, mereka kurang berminat karena fungsionalnya tidak sebanding dengan fungsional guru. Guru selain fungsional juga ada sertifikasi,” ujarnya, Rabu (16/11).
Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Ranta Suharta. Karena itu dirinya berharap agar gaji para pustakawan di Banten cukup untuk kesejahteraan mereka.
“Harusnya ada inovasi, karena kalau orang mendengar pustakawan, arsiparis itu tidak menarik. Nah sekarang bagaimana kita buat agar pustakawan itu menarik. Mungkin harus kita up dari segi gaji nya atau insentif agar menjadi pustakawan atau arsiparis itu menarik,” ujarnya.
Sementara itu, Iman Sukwana, Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Provinsi Banten mengharapkan agar pemerintah dapat memperhatikan dan memperjuangkan nasib fungsional para pustakawan dan arsiparis.
“IPI tergantung dari kebijakan dari pemerintah saja. Apa lagi yang memang sekolah jurusan pustakawan juga harus diperjuangkan. Sementara ini gaji pustakawan yang di sekolah kan gimana kepala sekolahnya. Belum UMR masih dibawah UMR,” ujarnya. (Wirda)








