SERANG – Provinsi Banten merupakan salah satu provinsi yang belum memiliki museum sejarah.
Hal ini disampaikan Gubenur Banten Rano Karno pada Roadshow Perpustakaan Nasional 2016 Mewujudkan Indonesia Cerdas di Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Banten, Pakupatan, Kota Serang, Kamis (19/5/16).
“Sejak saya menjadi gubernur, BPAD ini adalah soko guru dalam membangun sebuah peradaban. BPAD ini sebagai ruh membangun Banten. Namun saya tercengang karena salah satu provinsi di Indonesia yang tidak memiliki museum hanya Banten. Ada banyak, pahlawan, seperti Sultan Ageng Tirtayasa. Sampai sekarang pun kita belum pernah temukan dan tidak pernah mengetahui bangunan Surosowan utuh aslinya itu seperti apa. Bagaimana pemerintah dapat membangun replikanya,” jelasnya.
Dalam kaitan menumbuhkan minat baca, kata Rano, Pemprov harus meningkatkan minat baca generasi muda. Saat ini Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara sebagai negara yang kurangnya minat baca terhadap buku.
Andi Fatmawati, Kepla BPAD Banten, mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan minat baca warga. Saat ini keseluruhan jumlah buku yang terdapat di BPAD kurang lebih 100 ribu buku. “Juga sudah terdapat 400 taman baca yang tersebar di Banten,” katanya. (Wirda)











