WARINGINKURUNG – Pemerintah Kabupaten Serang siap memberikan insentif bagi guru honorer hingga beasiswa untuk siswa miskin. Sementara para guru honorer kategori dua (K-2) berharap ada surat tugas yang bisa diterbitkan Bupati Ratu Tatu Chasanah sebagai bukti landasan mengikuti sertifikasi guru di sekolah negeri.
Menurut Kepala SD Negeri 1 Bojonegara Ali Mashudi, tugas guru honorer tidak beda dengan guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Namun, selama ini guru honorer belum mendapatkan kesempatan mendapatkan kesejahteraan yang sama dengan guru PNS. “Sebaiknya guru honorer juga harus segera diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Serang dari sisi ekonomi. Sebab mereka sudah mempunyai andil besar dalam memajukan dan meningkatkan IPM (indeks pembangunan manusia) di Kabupaten Serang,” kata Mashudi di sela-sela peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-71 PGRI dan perayaan Hari Guru Nasional (HGN) di aula Gedung Guru Waringinkurung, Senin (28/11).
Sementara menurut Bupati Ratu Tatu Chasanah, indikator IPM salah satunya adalah sektor pendidikan. Terutama bagaimana Pemerintah Kabupaten Serang meningkatkan rata-rata lama sekolah masyarakat. Kemudian mutu para pendidik juga masih jadi prioritas. Selanjutnya, sarana dan prasarana pendidikan akan terus ditingkatkan. “Kami menjadikan pendidikan sebagai skala prioritas, penganggaran juga harus menjadi prioritas. Insya Allah, kami sebagai pihak eksekutif bersama legislatif di Kabupaten Serang telah sepakat agar mendorong dan meningkatkan dunia pendidikan di Kabupaten Serang,” ujar Tatu.
Ia mengungkapkan, pada APBD Kabupaten Serang 2017, direncanakan bantuan insentif dengan anggaran Rp11,847 miliar untuk guru honorer K-2. “Insentif untuk para guru yang masuk dalam kategori dua akan segera dicairkan pada 2017 dari anggaran murni APBD Kabupaten Serang,” katanya.
Menurut Tatu, Pemkab Serang sudah sepakat akan terus memperjuangkan nasib para guru honorer di Kabupaten Serang. Pemkab Serang juga akan menganggarkan beasiswa pendidikan untuk masyarakat miskin dan berprestasi dengan total Rp2,145 miliar. Kemudian beasiswa untuk guru PAUD dengan total Rp1,636 miliar.
Selain itu, guru PAUD masih honorer yang berjumlah 2.802 orang juga akan tetap mendapatkan uang insentif dengan total Rp5,82 miliar. “Dan apa pun yang guru inginkan kami akan selalu perjuangkan, termasuk masalah surat (surat tugas guru honorer di sekolah negeri-red) akan kita bahas nanti,” katanya.
Tatu menilai, dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Serang, tidak selalu bisa berjalan secara mulus dan baik. “Kita dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan sebagai upaya meningkatkan IPM selalu terkendala pada persoalan anggaran yang minim, dan perlu semua pihak ketahui. Namun, tidak selalu menjadi pemutus langkah dalam menyukseskan program prioritas pada sektor pendidikan,” tuturnya. (Shogir/Radar Banten)









