• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Sambangi Dahlan Iskan, Gus Sholah Ajak Masyarakat Awasi Kejaksaan

Redaksi by Redaksi
Kamis, 22 Desember 2016 14:02
in Berita Utama, Catatan Dahlan Iskan, Featured
Sambangi Dahlan Iskan, Gus Sholah Ajak Masyarakat Awasi Kejaksaan

BERI DUKUNGAN: KH Salahuddin Wahid (kanan) berbincang dengan Dahlan Iskan di kediaman Dahlan di Surabaya kemarin. FOTO: TOMMY C GUTOMO/JAWA POS

SIMPATI terhadap Dahlan Iskan terus mengalir dari tokoh-tokoh nasional. Mereka yang tak bisa menyempatkan datang ke pengadilan berupaya menyambangi Dahlan di rumahnya. Kemarin (21/12), KH Salahuddin Wahid dan Aksa Mahmud datang dalam waktu yang berbeda untuk memberikan dukungan moril. Salahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Sholah datang menjelang tengah hari di rumah Dahlan di kawasan Ketintang. Adik kandung Presiden Ketiga RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu banyak berbincang dengan Dahlan mengenai kondisi penegakan hukum di Indonesia. Dia menilai hukum di Indonesia belum jejeg (belum tegak).

“Masalah hukum Pak Dahlan ini kan jelas. Sesuatu yang dicari-cari,” kata Gus Sholah kepada Dahlan. “Ada yang ceto welo-welo (masalah hukum yang terang benderang, Red) dibiarkan. Ini yang tidak berdasar dan belasan tahun malah disidangkan,” tandasnya.

RelatedPosts

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mereda, Wisatawan Wajib Jaga Jarak 2 Kilometer

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mereda, Wisatawan Wajib Jaga Jarak 2 Kilometer

Rabu, 30 September 2026 06:34
Verval KDMP

Pemkab Serang Bakal Verifikasi dan Validasi 75 KDMP

Selasa, 29 September 2026 17:32
dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap pariwisata Banten

Pariwisata Pesisir Banten Mulai Pulih, Hotel Perkuat Mitigasi Hadapi Aktivitas GAK

Selasa, 29 September 2026 16:51
Untirta

Untirta Gelar Jawara Festival III, 27 Universitas Ikut Serta

Selasa, 29 September 2026 16:41

Gus Sholah melihat saat ini penegakan hukum di Indonesia sering mencari-cari kesalahan seseorang. “Bukan hanya Pak Dah­lan, saya juga mendapati hal yang sama pada dua temannya di daerah lain. Kalau orang Jawa istilahnya golek-golek (cari-cari),” ujarnya.

Pria yang pernah menjadi wakil ketua Komnas HAM itu mengajak masyarakat bersama-sama memberikan perhatian terhadap kinerja kejaksaan. Sebab, kinerja kejaksaan belakangan dipenuhi masalah. Salah satu parameternya adalah penanganan perkara yang terkesan cari-cari. Juga integritas para jaksa yang belakangan banyak terjerat praktik korupsi.

Gus Sholah juga sempat menyinggung tertangkapnya Ahmad Fauzi, jaksa penerima suap dari Kejati Jatim yang sempat me­nangani kasus Dahlan. “Selama ini yang kita soroti Mahkamah Agung dan polisi. Mungkin rasanya saatnya kita soroti juga kinerja kejaksaan,” tutur tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal idealistis itu.

Komisi Kejaksaan (Komjak) yang menjadi pengawas eksternal dinilainya kurang diberi wewenang lebih. Akibatnya, pengawasan mereka tidak bisa maksimal, tak seperti yang dilakukan Komisi Yudisial (KY). Dia setuju dengan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang memberikan rapor merah atas dua tahun kinerja jaksa agung. “Menurut saya, tahun ini paling parah. Kasus Pak Dahlan ini mencolok sekali,” tegasnya. Menurut Gus Sholah, presiden harus menuntut kinerja jaksa agung lebih baik. “Kalau tidak bisa memperbaiki kinerja ya ganti saja,” cetusnya.

Gus Sholah menyatakan pernah membahas persoalan hukum itu dengan Joko Widodo (Jokowi) ketika mantan gubernur DKI tersebut berkampanye di Ponpes Tebuireng Jombang. Dia titip, kalau Jokowi berhasil menjadi presiden, penegakan hukum harus menjadi perhatian utama. “Waktu itu saya titip ke Pak Jokowi soal penegakan hukum, reformasi birokrasi, pemerataan pembangunan, dan pendidikan,” ungkapnya. “Kalau hal itu setengahnya saja beres, kita bisa berlari mengejar negara-negara lain,” imbuhnya.

Mantan calon wakil presiden tersebut mengaku sebenarnya sudah lama ingin bertemu dan memberikan dukungan kepada Dahlan, tapi sering terkendala waktu. “Sebenarnya sejak dua minggu lalu saya ingin ketemu. Tapi, kesibukan di Jakarta membuat saya tidak bisa. Ini dari Jakarta, saya mampir dulu sebelum ke Tebuireng,” jelasnya.

Gus Sholah berharap kasus Dahlan tidak berlanjut. Selain itu, pria yang dikenal sebagai tokoh HAM tersebut mengimbau pengadilan memberikan izin kepada Dahlan untuk berobat ke Tianjin, Tiongkok. “Harusnya diizinkan karena alasannya jelas. Apalagi, ini pengobatan Pak Dahlan sudah terlambat dua bulan,” tuturnya.

Dahlan harus berobat ke Tianjin karena di sanalah mantan menteri BUMN itu melakukan transplantasi hati. Dahlan harus memeriksakan kesehatan setiap enam bulan di sana dan itu mestinya dilakukan Oktober lalu. “Jika izin berobat tidak diberikan, malah terjadi pelanggaran pasal 28 Undang-Undang Dasar (1945),” tegasnya.

Setelah tengah hari Gus Sholah yang datang, petangnya mantan Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud berkunjung ke rumah Dahlan. Pendiri Bosowa Group itu sangat menyayangkan penanganan kasus Dahlan. Senada dengan Gus Sholah, dia pun melihat ada kesan kejaksaan memilih seseorang untuk ditersangkakan.

Penegakan hukum seperti itu, menurut Aksa, sangat tidak baik untuk negara. Cara seperti itu membawa ketakutan bagi pengusaha maupun pengelola negara. “Saya sangat mendukung penegakan hukum. Tapi, jangan ada kesan memilih seseorang. Tangani ma­salah hukum yang memang sangat merugikan negara,” ucapnya.

Aksa melihat Dahlan sebenarnya tak layak dijerat sebagai tersangka dugaan kasus penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim. Dia menyayangkan kenapa penegak hukum tidak melihat pengabdian Dahlan selama ini. “Ini kasus sangat kecil dan lokal. Tidak seimbang dengan pengabdian Pak Dahlan selama ini,” kecamnya.

Sebagai sahabat lama, Aksa ingin memberikan dukungan kepada Dahlan. Dia ingin sahabatnya itu punya jiwa besar untuk menghadapi persoalan hukum tersebut. “Saya sangat prihatin dengan masalah yang dihadapi Pak Dahlan. Kita seolah sedang ditunjukkan sebuah masalah kecil untuk melupakan pengabdian beliau yang tak ternilai,” ujarnya.

Dahlan sendiri terharu atas dukungan para tokoh yang terus mengalir. Dia sangat berterima kasih. Sebab, hal itu membuatnya merasa tidak sendirian menghadapi dakwaan kasus korupsi. “Belakangan memang banyak yang datang. Mulai rombongan ibu-ibu dari Kediri. Termasuk juga Pak Hamdan Zoelva (mantan ketua Mahkamah Konstitusi/MK) dan beberapa menteri,” ungkapnya. (atm/c9/ang/JPG)

Tags: Dahlan Iskan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Asnawi Bahar: ASITA Sambut Kemenangan WHTA di Tahun 2017

Next Post

Ini Dia, Game ‘Om Telolet Om’ untuk Android

Next Post
Ini Dia, Game ‘Om Telolet Om’ untuk Android

Ini Dia, Game 'Om Telolet Om' untuk Android

Pelantikan ASN Pemprov Banten

Sekda Banten Lantik 16 Pejabat Fungsional, Berikut Daftarnya

Selasa, 29 September 2026 13:05
alan Tol Serang-Panimbang, Ruas Tol Rangkasbitung-Cileles

Konektivitas Banten Selatan Makin Dekat, Tol Rangkasbitung–Cileles Masuk Uji Laik Fungsi dan Operasi

Senin, 28 September 2026 19:56
Penggunaan BBM

Polda Banten Gerebek Tempat yang Diduga Jadi Tempat Penimbunan BBM di Cilegon

Selasa, 29 September 2026 10:22
konstruksi Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 3A

Pembangunan Konstruksi Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 3A Ditargetkan Rampung November 2026

Senin, 28 September 2026 14:28
Pandeglang Berduka, Politisi Muda Demokrat Agus Bustomi Meninggal Dunia

Pandeglang Berduka, Politisi Muda Demokrat Agus Bustomi Meninggal Dunia

Senin, 28 September 2026 21:40
2 ASN Dipecat dan 7 Lainnya Disanksi, Kepala BKD Banten: Pimpinan OPD Punya Tanggung Jawab

2 ASN Dipecat dan 7 Lainnya Disanksi, Kepala BKD Banten: Pimpinan OPD Punya Tanggung Jawab

Senin, 28 September 2026 11:18
Dua ASN Banten Dipecat, Tujuh Pegawai Kena Hukuman Disiplin

Dua ASN Banten Dipecat, Tujuh Pegawai Kena Hukuman Disiplin

Minggu, 27 September 2026 08:02

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mereda, Wisatawan Wajib Jaga Jarak 2 Kilometer

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mereda, Wisatawan Wajib Jaga Jarak 2 Kilometer

by Yusuf Permana
Rabu, 30 September 2026 06:34
0

Dispar Banten melakukan kunjungan ke Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Serang, Selasa, 29 September 2026. (Foto: Yusuf Permana)

Lapas Cilegon Gagalkan Dua Upaya Penyelundupan Diduga Narkotika Saat Jam Kunjungan

Lapas Cilegon Gagalkan Dua Upaya Penyelundupan Diduga Narkotika Saat Jam Kunjungan

by Adam Fadillah
Selasa, 29 September 2026 18:08
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon menggagalkan dua upaya penyelundupan barang yang diduga narkotika saat layanan kunjungan...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.