BOJONEGARA – Warga Desa Margarigi, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, digegerkan dengan dugaan pencobaan penculikan yang dilakukan oleh seorang pria asing di daerahnya. Kabar tersebut tersebar di berbagai media sosial.
Menurut keterangan warga setempat, Ahmad Fatullo, sekira pukul 18.30 WIB Rabu (8/3), seorang lelaki yang mengenakan kostum wanita digiring warga setempat ke kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Bojonegara. Lelaki tersebut diduga telah melakukan pencobaan penculikan pada anak kecil di daerah tersebut.
Ia mengatakan, saat itu seorang anak kecil lari terbirit-birit meminta tolong karena telah dikejar oleh seseorang. Anak kecil tersebut berteriak kemudian warga langsung menyergap lelaki yang mengejarnya. “Kepergok, langsung saja dibawa ke Polsek,” katanya.
Lelaki tersebut memang sudah sejak pagi hari berada di lokasi dan sempat mengundang kecurigaan dari warga setempat. “Pakaiannya aneh, laki-laki pakai baju perempuan pakai kerudung segala, kayanya lagi nyamar,” ujarnya.
Beruntung, saat menyergap tidak ada tindakan anarkis dari warga. Warga yang menyergap berbondong-bondong membawa laki-laki tanpa identitas itu ke kantor Polsek Bojonegara untuk ditindaklanjuti.
Sementara itu, Kepala Polsek Bojonegara AKP R Muhammad Sopyan tidak membenarkan kabar kasus pencobaan penculikan tersebut. Ia pun melakukan klarifikasi kepada warga setempat. “Tidak benar itu, dia itu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang dikira penculik,” katanya kepada Radar Banten.
Ia mengatakan, saat dimintai keterangan pihaknya merasa kesulitan karena lelaki tersebut dalam kondisi gangguan jiwa. “Ya namanya juga orang dengan gangguan jiwa susah, ibu anak kecil yang disangka mau diculik juga sudah mengklarifikasi,” ujarnya.
Saat dilakukan pemeriksaan, pihak kepolisian tidak menemukan senjata tajam. Ia menampik isu yang beredar bahwa lelaki tersebut membawa alat senjata tajam untuk menerkam mangsa. “Tidak ada, semuanya barang rongsokan,” jelasnya.
Setelah kejadian tersebut, Polsek Bojonegara langsung membawanya ke Dinas Sosial untuk mendapatkan pemberdayaan. Di saat isu penculikan anak yang sedang banyak diperbincangkan, Kapolsek mengimbau warga agar tetap kondusif. “Jangan sampai lah ada kesalahpahaman, dikhawatirkan orang-orang penyandang kelainan nanti jadi korbannya,” pungkasnya. (Rozak/Radar Banten)










