CILEGON – Di usianya yang ke-18 tahun, Pemkot Cilegon memantapkan Cilegon sebagai kota cerdas (smart city) yang asri dan mandiri. Hal itu diutarakan oleh Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi saat menyampaikan sambutannya di acara Riung Mungpulung dalam rangka memperingati hari ulang tahun Kota Cilegon ke-18 yang berlangsung di halaman Kantor Walikota Cilegon, Kamis (27/4).
“Kata Smart City menunjukan kesiapan kita semua untuk menyongsong masyarakat berbasis teknologi. Tidak hanya fasih menggunakan produk-produk dari teknologi itu sendiri, tapi juga mampu mengambil manfaat terbaik dari teknologi yang pada hakikatnya memiliki tujuan membantu mempermudah kehidupan manusia,” ujar Iman.
Sekadar diketahui, di Indonesia penerapan smart city ini sendiri terlebih dahulu telah dilakukan oleh sejumlah Kabupaten dan Kota lainnya. Seperti Bandung, Jakarta dan Surabaya. “Saya tekankan visi Kota Cilegon menuju smart city tidak dilatarbelakangi oleh sikap latah yang hanya meniru-niru Kabupaten dan Kota lainnya yang telah terlebih dahulu mampu menerapkan smart city,” katanya.
Smart city yang akan diaplikasikan di Kota Cilegon, sambung Iman, adalah model kota cerdas yang mewakili karakter khas Kota Cilegon yang religius. Agar masyarakat mampu memisahkan yang baik dan buruk dalam menyerap dan menggunakan teknologi.
“Teknologi juga menawarkan efek negatif yang tidak kalah besar. Konsep smart city yang kita bangun, saya yakin akan mampu memfilter efek negatif itu,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)










