CILEGON – Paguyuban Dayak Cilegon turut ikut serta di pementasan budaya pawai Cilegon Ethnic Carnival (CEC), Sabtu (29/4). Mereka mengunakan pakaian adat Dayak berwarna hitam dan coklat serta pernak-pernik dari bulu ayam, tulang-belulang hewan, dan senjata khasnya seperti panah dan tombak.
Kedatangan peserta CEC dari Paguyuban Dayak Cilegon ke halaman Pemkot Cilegon ini menarik perhatian masyarakat yang sedang berkunjung. Diiringi tabuhan gendang dan lantang suara jeritan “hu-hu-hu” warga Cilegon suku Dayak ini menari adat kebudayaannya.
“Ini tarian kemenangan. Maskot pakaian adat Dayak sebenarnya yang berwarna hitam. Tapi kita mulai berbaur. Kita ada Dayak Kalimantan, Papua, dan Apache,” kata Sekretaris Paguyuban Dayak Cilegon, Saepudin Juhri.
Dijelaskan Saepudin, suku Dayak telah menginjakan kakinya di Kota Cilegon sejak tahun 1921. “Kita orang Dayak di Cilegon banyak bermukim di Lingkungan Kampung Gudang, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang,” katanya.
Sementara itu, Koordinator pementasan budaya Dayak, Bayu Nugraha mengatakan tema yang diusung kali ini adalah jelajah nusantara. “Lebih dari 150 orang dengan budaya Dayak yang ikut pawai CEC ini,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)








