CILEGON – 18 tahun usianya kini, Kota Cilegon menuju sebagai kota smart city. Namun berbagai kalangan aktivis dari berbagai ormas dan LSM menilai Kota Cilegon belum siap menjadi salah satu smart city seperti kota-kota lainnya di Indonesia.
Penegasan itu lantang diucapkan oleh Azwar Anas, Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Banten. Ia menilai di tengah slogan smart city Kota Cilegon masih tertinggal di bidang teknologi.
“Kota santri saja belum beres sudah didorong smart city. Kalau memahami smart city itu kota seperti apa yaitu semua bisa diakses langsung secara mobile. Seperti mau bikin IMB dan sebagainya. Cilegon ini belum siap,” ujarnya.
Bukan hanya pelayanan melalui akses teknologi, sambung Azwar, terlebih informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat Kota Cilegon masih terkesan tidak transparan.
“Kalau mau smart city harus transparan tentang informasi yang dibutuhkan rakyat. Tulis dan dipasang besar-besar dari mana saja dan berapa nilai invetasi yang masuk di Kota Cilegon. Berapa nilai anggaran setiap kegiatan dan pembangungan, pasang dengan rinci. Jangan ditutup-tutupi,” katanya.
Turut hadir dalam forum diskusi yang berlangsung di salah satu rumah makan di Kota Cilegon ini yaitu LSM NGO Rumah Hijau, LIRA Banten, IMC (Ikatan Mahasiswa Cilegon), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Cilegon dan BEM FT Untirta. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)










