CILEGON – Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi dan Statistik (DKISS) Kota Cilegon, Aziz Setia Ade mengatakan ada enam kriteria untuk menjadi smart city. Diantaranya smart economy, smart mobility, smart environment, smart governance, smart living dan smart people.
Kata dia, Kota Cilegon secara bertahap akan menempuh keenam kriteria itu.
Untuk menunjang transparansi Pemkot Cilegon kepada masyarakat dalam menuju smart city, Aziz menjelaskan telah menyiapkan aplikasi yang dapat diakses oleh masyarakat umum.
“Ke depan ada aplikasi Simral (Sistem Informasi Manajemen Perencanaan Penganggaran dan Pelaporan). Itu mulai dari perencanaan dan penganggaran akan transparan semuanya. 2018 sudah siap diakses masyarakat, itu juga perintah langsung dari KPK,” katanya, saat dihubungi Radar Banten Online melalui telepon selular, Minggu (7/5).
Terkait adanya sejumlah aktivis yang menilai saat ini Pemkot Cilegon masih belum transparan mengenai informasi yang dibutuhkan masyarakat, Aziz menyangkal hal itu.
“Kita sudah minta data-data ke SKPD. Mana saja yang bisa diinformasikan ke publik dan mana saja yang tidak bisa. Kalau APBD harus dipublikasikan. Tapi ada juga informasi yang tidak bisa diketahui oleh publik. Tapi kalau bentuk pelayanan ke masyarakat ya harus diinformasikan ke publik,” katanya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)









