BAND punk rock, Endank Soekamti memulai misi baru pada Senin, 22 Mei 2017. Ya, pada hari ini, grup asal Yogyakarta itu akan berangkat untuk melakukan perjalanan ke Papua.
Keberangkatan tersebut adalah untuk tamasya sekaligus pembuatan album terbaru. Tidak tanggung-tanggung, album ke delapan itu diputuskan digarap di kawasan perairan Papua. Endank Soekamti bersemedi untuk fokus mengerjakan album barunya selama Ramadan atau 30 hari di sana.
“Hari H, Soekamti Goes to Papua, Soekamti 8th Album. Sambil menyelam minum air, di bulan puasa penuh berkah ini, seperti biasa siklus 2 tahunan Endank Soekamti akan bertamasya untuk berkarya. Bedanya kali ini kita akan berlayar mengelilingi perairan Kepala Burung Papua untuk belajar dan mengajar,” tulis akun resmi Instagram, Endank Soekamti, Senin (22/5), dilansir JawaPos.com.
Pemilik album Soekamti Day itu telah mengatur secara matang perjalanan kali ini. Selama 30 hari, Endank Soekamti bakal mengelilingi perairan Papua menggunakan kapal. Beberapa lokasi yang dikunjungi di antaranya Wayang, Ureni, Kawe, Pianemo, Kri, Kabui Bay, Manokrawi, Rumberpon, Tanjung Putus, Mayalibit, Numfor, Atoll, Roon, dan lainnya. Di sana personel akan melakukan rekaman materi baru.
Menariknya, di Papua nanti, Endank Soekamti tidak hanya jalan-jalan dan menggarap album. Grup yang diisi Erix (vokal, bass), Dory (gitar), serta additional Super SAS pada drum itu menjadwalkan aktivitas lain yakni belajar. Namun ditail pembelajarannya belum dibeberkan secara langsung.
“Tidak hanya bertamasya sambil bikin karya, kali ini kita akan berlayar untuk belajar dan mengajar. Menebar mimpi sebanyak-banyaknya. Mengambil mimpi juga sebanyak-banyaknya untuk kemudian kita bagikan lagi ke teman semuanya,” ungkap Endank Soekamti di postingan sebelumnya.
Merekam karya dengan konsep menetap di suatu pulau juga pernah dilakukan Endank Soekamti pada album ketujuh. Erix dan rekan-rekannya memilih kawasan Pulau Gili Sudak di Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk lokasi pembuatan album yang akhirnya diberi judul Soekamti Day. Sebulan penuh kegiatan mereka di sana diupdate lewat video harian yang diunggah ke YouTube. (ded/JPG)









