SERANG – Komunikasi politik dengan cara menebar poster di banyak tempat merupakan media bagi calon untuk memperkenalkan dirinya pada publik dalam kontestasi pilkada.
Pengamat politik Leo Agustino mengatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan para bakal calon itu memperkenalkan diri sejak dini. Padahal, penyelenggaraan pilkada Kota Serang akan berlangsung tahun depan. “Salah satunya karena ketidakpercayaan kandidat pada dirinya sendiri bahwa dirinya cukup dikenal publik,” ujar Leo, Minggu (21/5).
Akademisi Untirta itu mengatakan, untuk memastikan apakah para kandidat dikenal publik atau tidak, mereka memasang banyak poster dan pamflet di banyak tempat supaya kehadirannya dalam pilkada diketahui. Selain itu, fenomena ini harus dipahami dalam konteks test the water. “Artinya, apakah calon memang direspons secara positif oleh masyarakat? Jika respons masyarakat kecil maka mereka bisa mengambil keputusan atau membuat strategi selanjutnya,” terang Leo.
Untuk itu, guna mengetahui tingkat penerimaan publik, perlu dibuat mekanisme seperti pemasangan poster dan lainnya. Namun, fenomena ini juga dapat dibuat sebagai pembuat daya tarik bagi partai politik yang memang belum punya calon. Biasanya partai politik yang tak punya kader akan mencari calon kepala daerah dari publik, terutama yang populer. “Dan celakanya, kepopuleran tersebut kerap dipahami dalam hal banyak atau sedikitnya poster yang ada di ruang publik,” tandasnya.
Seperti diketahui, saat ini sejumlah kandidat yang bakal manggung pada pilkada Kota Serang tahun depan sudah memasang alat peraga berupa poster di banyak tempat. Pemasangan itu hampir ada di sejumlah ruas jalan. Sejumlah kandidat yang memasang alat peraga antara lain politikus Partai Keadilan Sejahtera Najib Hamas yang juga anggota DPRD Banten, pengusaha Wahyudin Djahidi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kota Serang Syafrudin, Wakil Ketua DPRD Banten dari Fraksi Demokrat Nuraeni, dan Ketua DPC PDIP Kota Serang Bambang Janoko.
Politikus PKS yang juga anggota DPRD Banten, Najib Hamas mengaku, memasang alat peraga untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, alat peraganya juga dipasang jauh-jauh hari sebelum pilkada dihelat agar bisa memberikan pilihan alternatif calon pemimpin yang bisa menjadi pertimbangan untuk mendapatkan informasi yang lebih luas.
Kata dia, pemasangan poster itu bukan karena tidak percaya diri. Namun, masyarakat perlu diedukasi agar terbiasa memilih calon pemimpin dengan memahami visi sang kandidat. “Agar tidak terjadi istilahnya beli kucing dalam karung,” ujar Najib.
Sementara itu, bakal calon walikota untuk meramaikan pilkada Kota Serang terus bermunculan. Salah satunya, Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) Yhannu Setyawan. Tokoh nasional itu sengaja turun gunung untuk meramaikan bursa pilkada Kota Serang 2018.
Kehadiran Yhannu dalam pesta demokrasi lima tahunan di ibukota Provinsi Banten ini akan menambah deretan tokoh-tokoh nonpartai politik yang sebelumnya sudah muncul lebih dahulu.
Ditanya terkait keikutsertaannya menjadi salah bakal calon pesta demokrasi lima tahunan di Kota Serang, Yhannu mengatakan, semua masyarakat punya hak politik yang sama. “Prinsipnya semua orang wajib ikut serta dalam melakukan perbaikan,” katanya saat menghadiri launching Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Banten di S’Riski, Minggu (21/5).
Meski tak mejawab secara langsung, dengan berkelakar Yhannu mengatakan, masih menjalankan tugasnya sebagai Komisioner KI Pusat hingga Juli nanti. “Saya memang senang bersilaturahmi dengan sesama. Lagian saya sekarang KI Pusat, jadi ya silaturahmi dengan siapa saja,” ujarnya.
Namun, mantan ketua KI Provinsi Banten itu menilai, yang terpenting pembangunan membutuhkan partisipasi masyarakat. Pembangunan tidak bisa berjalan tanpa keterlibatan masyarakat. Sebab, keterlibatan masyarakat menjadi kunci pembangunan yang tepat guna. “Semuanya kan memang perlu perbaikan di semua lini. Ini pentingnya masyarakat terlibat,” katanya.
Pada bagian lain, Ketua DPW PAN Banten Masrori mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan koordinasi kepada DPD di empat kabupaten kota, yaitu Kota Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kabupaten Lebak. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi simpang siur dari semua progres yang sedang dilakukan oleh masing-masing DPD. “Sekarang (Pilkada Serentak 2018-red) harus menang, karena Pilkada salah satu momentum yang memang kita anggap penting untuk menghadapi Pemilu 2019,” ujar Masrori kepada wartawan usai menggelar rapat koordinasi Pilkada 2018 di Kantor DPW PAN Banten, Taktakan, Kota Serang, Sabtu (20/5).
Untuk itu, kata dia, pihaknya memprioritaskan semua kabupaten kota untuk memenangkan perhelatan tersebut karena ini merupakan kompetisi. Sehingga, pihaknya harus mencari kepemimpinan yang sesuai dengan harapan masing-masing masyarakat di kabupaten kota. PAN berkewajiban melakukan tahapan penjaringan. “Kabupaten kota semua prioritas dan kita terbuka bagi kader-kader yang akan maju di pilkada,” katanya. (Rostina-Fauzan D-Supriyono/Radar Banten)









