CILEGON – Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Banten, Ahmad Bazari Syam belum dapat memastikan kapan awal ramadan akan jatuh di tahun 2017 ini. Meski demikian, ia meminta agar umat Islam dapat kompak dan menerima apa yang ditetapkan oleh pemerintah.
“Penetapan awal ramadan akan melibatkan semua ormas-ormas Islam dan seluruh kepala kantor kementerian agama. Intinya kita menginginkan bahwa penetapan satu ramadan oleh pemerintah, tidak hanya Banten tapi diseluruh provinsi agar masyarakat menunggu keputusan formal dari pemerintah,” ujar Bazari saat menghadiri peringatan hari lahir Al-Khairiyah ke-92 di Citangkil, Kota Cilegon, Selasa (23/5).
Bazari mengimbau kepada ormas-ormas Islam yang terlebih dahulu telah menetapkan jatuhnya satu ramadan agar dapat mengajak serta masyarakat untuk mengikuti apa yang ditetapkan oleh pemerintah.
“Tentu kita menghargai bahwa teman-teman ormas Islam ada yang sudah menetapkan bahwa awal ramadan jatuh pada hari Sabtu tanggal 27 (bulan Mei ini). Tapi kita berharap bagaimana supaya masyarakat muslim ini fatsunnya kepada pemerintah, karena kami juga tidak sembarangan,” katanya.
Ia meminta jika adanya perbedaan mengenai penetapan awal ramadan bagi ormas-ormas Islam tidak akan menjadi perpecahan bagi sesama masyarakat muslim. “Kita berharap kalau pemerintah menentukan lebih cepat atau mundur tentu yang berbeda itu saling menghargai. Kita ingin perbedaan itu tidak menjadi intrik. Enaknya sih serempak,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)








