CILEGON – 15 orang yang diduga wanita pekerja seks (WPS) dan seorang wanita pria (waria) diamankan oleh petugas gabungan saat operasi penyakit masyarakat (pekat) yang berlangsung di wilayah Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon.
Razia yang menyasar warung remang-remang dan salon kecantikan yang diduga dijadikan tempat prostitusi terselubung ini berlangsung pada Selasa (23/5) malam.
Kasitrantib Kecamatan Ciwandan, Edi Qudratullah mengatakan, razia dilakukan oleh petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP Cilegon, Dinas Sosial Cilegon, serta unsur polisi dan TNI dalam rangka menyambut bulan Ramadan.
“Ini sudah razia yang kedua kalinya. Kemarin juga sudah kita berikan surat edaran dari Walikota Cilegon tentang penutupan penyelenggaraan hiburan dan rumah makan selama bulan suci Ramadan,” ujar Edi, Rabu (24/5).
16 orang yang diamankan oleh petugas gabungan tersebut kemudian digelandang ke Panti Rehabilitasi Sosial di Kelurahan Cikerai untuk dilakukan pendataan. “Ada satu wanita yang terjaring ber-KTP Cilegon, kebanyakan warga Pandeglang. Kita ingin mereka jera dan juga diberikan pembinaan keahlian oleh pihak Dinas Sosial agar tidak kembali beraktivitas seperti itu lagi,” kata Edi.
Sementara itu, Kasi Jaminan Sosial pada Dinsos Cilegon Mamat menyangkal jika ke-15 orang tersebut merupakan WPS. Kata Mamat, seorang waria tersebut juga hanya pekerja salon kecantikan.
“Semuanya wajah-wajah baru. Jadi tidak ada yang kita beri pembinaan untuk dibawa ke Jakarta. Mereka hanya buka usaha melebihi waktu. Semuanya sudah kita pulangkan,” ucapnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)









