CILEGON – Kabar penangkapan seorang terduga teroris di Kota Cilegon yang merupakan warga pendatang asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah oleh tim Densus 88 Anti Teror di Kecamatan Citangkil sampai ketelinga Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi.
Iman mengaku masuknya terduga teroris di Kota Cilegon merupakan suatu ancaman yang dapat menggangu keamanan dan kenyamanan masyarakat. “Ada teroris di Citangkil, berkaitan dengan teroris itu kita serahkan kepihak kepolisian. Agar segera ditindak. Itu sudah menggangu keamanan, apalagi di Cilegon,” ujar Iman saat safari ramadhan di gelaran acara DPC Insa Banten, di Royale Krakatau, Kota Cilegon, Rabu (7/6).
Iman mengaku sebelumnya belum ada warga pendatang maupun asli Kota Cilegon yang terlibat dengan jaringan teroris. Baru kali ini ditemukan. “Selama inikan engga pernah ada sedikitpun soal terorisme,” katanya.
Ia menghimbau pendataan kepada warga pendatang agar rutin dilakukan oleh aparat setempat. Itu dilakukan untuk menghindari hal serupa masuknya terduga teroris diwilayah Kota Cilegon. “Terutama kepada lurah dan camat harus cukup selektif berkaitan dengan kedatangan warga yang baru. Jika perlu harus ditelusuri dari mana asalnya, dan apa aktifitasnya. Harus dipantau dan diawasi,” katanya.
Bukan hanya pemerintah dan unsur Kepolisian, Iman juga meminta masyarakat harus berperan aktif untuk menjaga keamanan dilingkungan sekitarnya. “Tentu kalau dengan kerjasama yang baik dan kewaspadaan masyarakat juga dengan hal-hal seperti itu,” tuturnya.
Sebelumnya, Muhammad Khoeron alias Sulis (40) dibekuk oleh tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di Lingkungan Kubang Lesung Gegunung, RT 01, RW 01, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, sekira pukul 11.00 WIB siang tadi.
Informasi yang berhasil dihimpun, Sulis merupakan salah satu dari terduga komplotan teroris yang melakukan penembakan kepada Kapolsek di Bima, Nusa Tenggara Barat pada tahun 2014 lalu. Penangkapan yang berlangsung di sebuah rumah yang tengah tahap pembangunan ini sempat membuat heboh dan menjadi pusat perhatian warga sekitarnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)









