SERANG – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri kemarin menggeledah kediaman Holili, terduga teroris yang sebelumnya diamankan pada (10/6) di sebuah pusat perbelanjaan. Penggeledahan dilakukan di rumah kontrakan Holili di Kompleks Taman Graha Asri, Blok D 2 No 14, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang. Dari rumah itu petugas mengamankan tujuh item barang bukti.
Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri di bawah pimpinan AKBP Ketut Budi itu mendapat dukungan personel dari Inafis Polda Banten, Gegana Satbrimob Polda Banten, serta Polres Serang Kota.
Petugas berangkat dari Mapolres Serang Kota sekira pukul 09.00 WIB. Sedikitnya ada enam mobil beriringan menuju Kompleks Taman Graha Asri. Di antaranya, dua unit mobil Toyota Innova, dua unit mobil patroli dan dua unit mobil Barier.
Sekira pukul 09.25 WIB, iring-iringan mobil petugas sampai di kediaman Holili yang berada di pojok kompleks. Kedatangan petugas, hanya sedikit membuat warga sekitar kaget. Mereka kembali melakukan aktivitas seperti biasa.
Selain mobil, sedikitnya ada tiga unit sepeda motor yang digunakan anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri mendatangi lokasi. Setelah dilakukan sterilisasi lokasi, anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri yang mengenakan pakaian preman dan penutup wajah masuk ke rumah Holili.
Penggeledahan kediaman Holili oleh petugas didampingi Ketua RT setempat bernama Jemi dan pemilik rumah kontrakan Lutfi Syarief. Belasan anggota Gegana Satbrimob Polda Banten bersenjata laras panjang berjaga di sekitar lokasi.
Selang beberapa menit, Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin datang ke lokasi. Dia memantau dari luar jalannya penggeledahan. Sekira hampir satu jam atau sekira pukul 10.30 WIB, penggeledahan rampung. Petugas langsung meninggalkan lokasi. “Ada tujuh item yang dibawa, flashdisk, fotokopian, memory card, dan kertas buki transfer,” kata Lutfi Syarief.
Lutfi mengaku, Holili merupakan sosok yang baik. Dia menilai Holili adalah tetangga rajin beribadah. “Memang di sini dia (Holili) baru. Oktober menempati rumah. Kalau habis dinas ke luar kota, bawa buah tangan, tetangga sering dikasih,” kata Lutfi.
Sementara, Ketua RT setempat Jemi mengatakan, dia tidak terlalu mengenal Holili. Dia hanya bertemu saat melaksanakan ibadah salat di masjid. Sedangkan kegiatan lingkungan, Holili tidak pernah ikut. “Kalau di kita ada pertemuan tiga bulan sekali membahas lingkungan. Tidak pernah ada. Mungkin sibuk, dia kan mengajar,” kata Jemi.
Jemi mengakui bahwa Holili mengontrak rumah Lutfi lantaran masih membangun rumah di Kota Cilegon. “Anaknya ada tiga. Dua laki, satu perempuan. Anak perempuannya ada di Sukabumi. Yang cowok kuliah di Untirta. Tadi pas penggeledahan ada,” kata Jemi.
Ade, warga lain mengatakan, tidak ada aktivitas mencurigakan yang dilakukan Holili di kediamannya. “Enggak ada (pengajian-red) kumpul-kumpul. Paling ada rekannya datang, terus pergi lagi,” ucap Ade.
Terpisah, Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin membenarkan adanya penggeledahan rumah salah satu terduga teroris. “Iya, ada penggeledahan, tadi pagi sekitar jam 9.30 WIB. Penggeledahan dilakukan oleh tim Densus bersama Polda Banten dan Polres. Ada yang diamankan, sejumlah barang bukti berupa dokumen-dokemen yang terkait,” singkatnya. (Merwanda/RBG)









