SERANG – Ikatan Cendikiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Banten angkat bicara terakit rencana penataan kawasan wisata religi dan cagar budaya Banten Lama, Kasemen, Kota Serang. Ketua Umum ICMI Orwil Banten Agus Nizar Vidiansyah mengatakan, berdasarkan hasil diskusi yang digelar ICMI, perbaikan artefak fisik harus menjadi langkah awal, untuk melakukan penggalian nilai-nilai luhur kejayaan Banten.
“Pernah ada diskusi di ICMI mengenai hal ini. Kesimpulan kita, perbaikan artefak fisik hanya langkah awal saja dari penggalian kembali nilai-nilai luhur yang pada saat itu membawa kejayaan Banten. Misalnya, kegandrungan pada ilmu, berani, toleran, ta’zhim pada orang tua dan guru, dan lain-lain.” ujar Vidi melalui keterangan resmi yang diterima Radar Banten Online, Jumat (7/7).
Terkait, persoalan persoalan aset yang saat ini mencuat, Vidi yang juga alumni Universitas Indonesia tersebut menjelaskan, seharusnya tidak ada masalah siapa yang akan menangani, tinggal urusan koordinasi saja.
“Kekisruhan administratif dan manajerial itu tidak perlu terjadi jika tanggung jawab dan kesadaran awal tadi ada. Bahwa penataan kawasan ini kebutuhan masyarakat banten,” tambah Vidi.
Selain itu, Ia juga menilai, pentaan kawasan Banten Lama tersebut bisa mendatangkan keuntungan ekonomis, sebagai kawasan wisata religius.
“Apalagi dari artefak ini bisa mendatangkan keuntungan ekonomis sebagai kawasan wisata religius. Jika ini sudah kesadaran bersama, seharusnya tidak ada masalah siapa yang akan menangani.” papar Vidi.
Program penataan kawasan Banten Lama, sebagaimana telah direncanakan Pemerintah Provinsi Banten, lanjut Vidi, tidak boleh berhenti pada aspek fisik, tetapi harus ada tindak lanjut secara kultural.
“Kalo perlu ide ini dijual hingga nasional. Atau bahkan diangkat dijadikan world heritage.” kata Vidi. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)










