CILEGON – Dalam per harinya, Kota Cilegon dapat menghasilkan sampah hingga 120 ton. Tak heran jika setiap pagi sampah menumpuk di tempat pembuangan sampah (TPS) dan tampak over kapasitas.
Kepala Badan Tempat Pengelolaan Sampah Akhir (TPSA) pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Dodi mengatakan 120 ton sampah merupakan hasil pembuangan dari masyarakat dan aktivitas produksi pabrik-pabrik.
“Per hari antara 80 sampai 120 ton. Tergantung dari hari. Kalau hari Senin banyak, karena Minggu mobil pengangkut sampah hanya ada beberapa yang beroperasi,” katanya saat dihubungi melalui telepon selular, Jumat (28/7).
Dijelaskannya, pengangkutan sampah yang dibuang di TPSA dilakukan setiap hari. Lebih dari 30 unit mobil pengangkut sampah yang dioperasikan. Mobil kecil jenis pickup sebagai penyisir dan dump truk digunakan untuk membuang ke TPSA. “Semuanya keangkut. Kalau masih ada berarti belum terangkut, ada waktu-waktunya. Pagi, siang, sore setiap hari harus habis,” ujarnya.
Ia menegaskan Pemerintah telah menyedikan TPS yang tersebar di 8 kecamatan. Baik TPS yang berbentuk dinding semen maupun TPS dari kontainer kendaraan. “Sampah dibagi 5 UPT. Masing-masing punya kepala UPT yang mengawasi dan penanggung jawabnya. Tempat Pembuangan Akhir ada di Bagendung,” tuturnya.
Ia menilai tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan masih rendah dengan membuang sampah tidak pada tempatnya. “Rata-rata kesadaran masyarakat buang sampah itu asal. Orang yang buang dari motor, mobil. Padahal sudah kita sosialisasikan,” pungkasnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)









