TANGERANG – Pameran hewan kesayangan terbesar di Indonesia, Indo Pet Expo 2017 resmi dibuka, Jumat (8/9). Wadah berkumpulnya para pencinta dan komunitas hewan peliharaan ini berlangsung hingga Minggu (10/9) di Hall 3-3A Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.
Penyelenggaraan Indo Pet Expo tahun ini, terasa beda dengan hadirnya Indonesia Tarantula Expo & Contest yang dibawakan oleh komunitas Tarantula Keepers Indonesia (TKI). Menariknya, tarantula yang dikenal banyak orang sebagai binatang berbisa mematikan, ternyata bisa menjadi hewan peliharaan yang jinak dan mudah perawatannya.
Pantauan Radar Banten, pengunjung yang hadir di booth komunitas TKI cukup banyak. Selain penasaran, mereka yang datang juga tertarik mencoba menyentuh, memegang dan bermain bersama hewan berbulu dan berbisa itu. Bahkan di antaranya, banyak yang mengabadikan bersama dengan smartphone-nya.
Salah satu anggota komunitas TKI, Kusuma Febriyanto mengatakan, selain melakukan penjualan berbagai jenis tarantula, dia juga mengedukasi pengunjung mengenai hewan berbisa yang ternyata bisa menjadi hewan peliharaan jinak seperti kucing, anjing maupun kelinci dan lainnya.
”Kita berikan pemahaman di sini, jika ada pengunjung yang datang di edukasi dan bisa langsung mencoba menyentuh, memegang dan bercanda dengan tarantula. Tentunya dalam pengawasan juga, dan diberikan sejumlah tips agar hewan ini tetap tenang,” kata Kusuma saat diwawancarai di area pameran.
Dia menjelaskan, ada tips agar tarantula bisa menjadi teman bermain bersama. Di antaranya, sikap tenang. Ini agar tidak membuat tarantula terkejut. ”Dasarnya sama dengan hewan lainnya, yakni harus penuh kelembutan. Artinya jangan membuat tarantula terkejut atau kaget, sehingga kita dianggap sebagai musuh,” jelasnya.
Tarantula yang dipamerkan dan diikutkan kontes di Indo Pet 2017 ada sekitar 30 jenis. Selain berasal dari Nusantara, seperti Jawa, Kalimantan, dan juga Papua ada juga yang dari luar negeri. Misalnya dari Amerika Latin (Mexico, Brazil), Amazon, India, dan Thailand.
Bahkan ada satu jenis tarantula langka asal India yang juga dipamerkan, berjenis Poecilotheria Metallica yang dijual dengan harga paling tertinggi Rp2 juta. Jenis tarantula ini memiliki keunikan tersendiri, selain sulit untuk dikembangbiakan, warnanya juga bagus, yakni kebiruan berbeda dari jenis tarantula pada umumnya.
Indo Pet Expo 2017 selain dapat menjumpai aneka hewan peliharaan, banyak juga booth yang menjual produk unik dan menarik (marchandise) untuk hewan peliharaan kesayangan, termasuk informasi tentang kesehatan dan perawatan hewan.
Acara yang digagas organisasi profesional bernama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) ini merupakan Pet Expo terbesar di Indonesia yang akan diselenggarakan ketiga kalinya. Untuk tahun ini, PDHI menggandeng PT Mavic Media Indonesia sebagai penyelenggara.
Bertemakan ”Promoting Responsible Care for Your Pet’s Welfare”, pameran ini dipastikan akan menyedot para pencinta hewan. Ketua Panitia Indo Pet Expo 2017, Wiwik mengungkapkan harapannya even ini bisa menjembatani antara pedagang dan juga penghobi. Selain itu ini juga merupakan tempat berkumpul dan temu kangen antar komunitas hewan di Indonesia.
Pameran ini akan kembali dimeriahkan oleh Indonesian Parrot Lovers, Indonesian Rabbit Society, Hedgehog Lover Indonesia, Amazing Dog Race, serta kontes pets oleh tiap komunitas pencinta pets.
”Pengunjung akan melihat penampilan kucing-kucing sehat, cantik, imut dan lucu dalam ajang International Cat Show yang diadakan oleh Indonesian Cat Association (ICA) dengan juri internasional. Selain itu, akan ditampilkan juga berbagai jenis satwa sugar glider hasil penangkaran para anggota Komunitas Pecinta Sugar Glider Indonesia (KPSGI), dan banyak lagi,” katanya. (ADE M/RBG).










