JAKARTA – STIE Ahmad Dahlan (STIEAD) Jakarta memulai perkuliahan tahun akademik baru 2017-2018 pada Sabtu (9/9) di Auditorium Sjafruddin Prawiranegara, STIEAD.
Kuliah perdana dihadiri oleh ratusan mahasiswa baru serta pimpinan kampus dan dosen STIEAD. Pada kesempatan ini, hadir pula mantan Direktur Utama PT Sucofindo Arief Safari untuk memberikan orasi ilmiah dan pengalaman bisnisnya di hadapan seluruh mahasiswa yang hadir.
Ketua STIEAD Mukhaer Pakkanna dalam sambutannya mengatakan, STIEAD fokus pada pengembangan kewirausahaan supaya lulusannya menjadi entrepreneur nantinya.
“Selama ini kami rajin memberikan suntikan semangat kepada mahasiswa dengan cara menghadirkan pengusaha-pengusaha sukses ke Kampus untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa seperti yang dilakukan dalam kuliah perdana kali ini,” ungkapnya melalui siaran pers.
STIEAD yang sebentar lagi menjadi Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM), kata Mukhaer, senantiasa merespons dinamika perekonomian saat ini. Menurutnya, jumlah entrepreneurship di Indonesia masih sangat rendah yaitu sekitar 0,18%, jauh dari seharusnya minimal 2%. Apalagi, pada tahun 2020-2030, Indonesia akan mendapatkan Bonus Demografi. Sehingga momentum ini dapat dijadikan sebagai kebangkitan perekonomian Indonesia dan mempercepat pertumbuhan jumlah entrepreneur.
“Rata-rata negara maju memanfaatkan usia produktif yang berkualitas, jika tidak mampu memanfaatkan bisa menjadi bencana,” imbuhnya.
Setelah memberikan sambutannya, Mukhaer menyematkan almamater STIEAD secara simbolik kepada mahasiwa baru dan acarapun dilanjut dengan orasi ilmiah. (AAS ARBI)








