CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Menjelang pelaksanaan Muktamar XI Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah, dukungan terhadap Ali Mujahidin untuk kembali memimpin organisasi menguat.
Dukungan tersebut mencuat dalam rapat koordinasi yang mempertemukan unsur Majelis Syuro, Dewan Pakar, dan jajaran Wakil Ketua Umum PB Al-Khairiyah pada Rabu 20 Mei 2026.
Dalam forum itu, Majelis Syuro dan Dewan Pakar secara bulat menilai kepemimpinan Ali Mujahidin masih dibutuhkan guna menjaga kesinambungan program dan stabilitas organisasi.
Dukungan tersebut didasarkan pada penilaian terhadap kapasitas kepemimpinan, keberlanjutan gerakan dakwah, pendidikan, serta penguatan kelembagaan Al-Khairiyah.
Ketua Umum Majelis Syuro PB Al-Khairiyah, Mansyur Muchyidin mengatakan, keberlanjutan kepemimpinan menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi perjuangan organisasi.
“Keberlanjutan kepemimpinan diperlukan untuk menjaga stabilitas organisasi sekaligus memperkuat agenda pengabdian Al-Khairiyah kepada umat dan bangsa,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Banten pada Sabtu 23 Mei 2026.
Pandangan serupa disampaikan Wakil Ketua Dewan Pakar PB Al-Khairiyah, Zakaria Syafei. Ia menegaskan dukungan terhadap KH Ali Mujahidin harus tetap berada dalam koridor etika organisasi dan tradisi musyawarah.
Menurutnya, prinsip musyawarah menjadi ruh utama dalam setiap pengambilan keputusan di tubuh Al-Khairiyah.
Dukungan terhadap keberlanjutan kepemimpinan juga diperkuat Sekretaris Dewan Pakar PB Al-Khairiyah, Mahfud Salimi serta sejumlah anggota Dewan Pakar lainnya, termasuk Mufti Ali.
Sementara itu, Ketua Dewan Pakar PB Al-Khairiyah, Amin Suma menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kedewasaan organisasi menjelang muktamar.
Dalam kesempatan itu, Amin Suma juga memberikan sejumlah masukan strategis terkait pelaksanaan Muktamar XI, termasuk usulan agar panitia mengundang Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Sekretaris Jenderal PB Al-Khairiyah, Ahmad Munji menjelaskan, Muktamar XI PB Al-Khairiyah akan digelar pada 16–18 Oktober 2026 di Kampus Peradaban Al-Khairiyah, Citangkil, Kota Cilegon.
Ahmad Munji menambahkan, dukungan terhadap Ali Mujahidin muncul kuat dalam forum rapat koordinasi karena kepemimpinannya dinilai mampu menerjemahkan amanat muktamar sebelumnya secara progresif.
“Beliau dipandang mampu menjaga kesinambungan gerakan dakwah, pendidikan, dan penguatan kelembagaan Al-Khairiyah,” katanya.
Editor: Abdul Rozak








