• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Airi Sawah dengan Pompa Tenaga Solar Cell

Redaksi by Redaksi
Senin, 11 September 2017 08:03
in Berita Utama, Catatan Dahlan Iskan, Featured
Tamu-Tamu dengan Persoalan Keluarga

Dahlan Iskan

Oleh Dahlan Iskan

Sudah sebulan ini saya melakukan uji coba: pasang panel surya untuk pengairan. Listrik yang dihasilkan tenaga surya itu untuk menggerakkan pompa air. Untuk mengairi tanaman di musim kemarau. Seperti kemarau yang kering sekarang ini.

RelatedPosts

APBD Perubahan Banten 2026

APBD Perubahan Banten 2026 Disetujui, Pendapatan dan Belanja Turun

Kamis, 17 September 2026 18:55
Untirta jawara

Untirta Perkuat Kerja Sama dengan Media, Dorong Publikasi Kampus Berdampak

Kamis, 17 September 2026 17:53
DPRD Cilegon Usulkan Merger OPD untuk Tekan Tingginya Belanja Pegawai

DPRD Cilegon Usulkan Merger OPD untuk Tekan Tingginya Belanja Pegawai

Kamis, 17 September 2026 12:35
DPUPR Kota Serang Selesaikan 15 Proyek Betonisasi Jalan Tahun 2026

DPUPR Kota Serang Selesaikan 15 Proyek Betonisasi Jalan Tahun 2026

Kamis, 17 September 2026 12:27

Berhasil. Itu kata pelaksana di lapangan. Saya tidak bisa melihatnya sendiri. Lokasi uji coba itu di Jombang.

Tidak mungkin saya bisa ke sana. Saya hanya menerima laporan. Tertulis dan video. Dan lisan. Terlihatlah di video itu: pompanya mengeluarkan air. Air dari dalam tanah. Cukup untuk tanaman 20 ha.

Ide itu lahir dari kegelisahan. Mengapa penggunaan solar cell di Indonesia selalu mahal karena harus dikaitkan dengan baterai. Seolah solar cell tidak bisa mandiri. Padahal, solar cell-nya murah. Tapi, karena baterainya mahal, jadinya keseluruhan proyek solar cell jadi mahal.

Ini karena solar cell selalu dimaksudkan untuk menghasilkan penerangan. Baik di rumah tangga maupun untuk penerangan jalan. Mataharinya hanya ada di siang hari. Padahal, listriknya diperlukan di malam hari.

Mau tidak mau listrik yang dihasilkan dari tenaga matahari harus disimpan dulu di baterai. Agar bisa dipakai di malam hari. Akhirnya harga listrik dari tenaga matahari selalu lebih mahal daripada listrik PLN.

Maka, saya terus berpikir mencari jenis penggunaan listrik yang bukan untuk penerangan. Agar tidak memerlukan baterai.

Untuk keperluan apa ya yang tidak perlu kehadiran baterai? Lalu, saya ingat ketika masih sering keliling ke desa-desa dulu. Baik selagi masih menjabat Dirut PLN lebih-lebih selagi menjabat menteri BUMN.

Saat itu saya melihat banyak petani yang menggunakan genset. Tentu saja genset minyak solar atau bensin. Untuk menghidupkan pompa pengairan.

Di mana-mana saya melihat genset yang bising. Juga kotor. Dari tumpahan-tumpahan minyak. Yang mengganggu lingkungan.

Maka, muncullah ide itu. Menggunakan solar cell untuk menggerakkan pompa air. Toh mengairi tanaman tidak harus malam hari. Petani bisa melakukannya siang hari. Saat matahari bersinar terik.

Dengan demikian, tidaklah perlu baterai. Maka, pikiran saya langsung ke pertanyaan ini: adakah pompa air DC dijual di pasaran?

Logika saya, listrik yang dihasilkan solar cell adalah DC. Berarti pompanya harus DC. Agar tidak perlu membeli inverter. Untuk mengubah listrik DC menjadi AC.

Maka, agar uji coba itu cepat terlaksana, saya ambil jalan pintas: mencari pompa air DC di internet. Yang harganya termurah. Ketemu. Adanya di RRT. Saya pun langsung membelinya. Lengkap dengan solar cell-nya. Dan instrumen lainnya.

Begitu peralatan dari RRT tiba, tidaklah sabar untuk mencari lokasi uji coba. Ketemu. Di Jombang Utara. Yang tanahnya lebih kering di saat kemarau.

Ups. Di Jombang. Berarti saya tidak bisa melihat langsung uji coba itu. Gak masalah. Saya percayakan sepenuhnya kepada tim yang menjalankannya. Saya puas dengan uji coba itu. Siapa tahu ini bisa jadi solusi untuk para petani.

Dalam hati saya bersyukur. Menemukan bidang yang sangat pas untuk pemanfaatan solar cell. Yang tidak bergantung pada baterai. Yang manfaatnya besar untuk rakyat pedesaan. Yang tidak perlu beli bahan bakar yang mahal.

Memang saya menghadapi pertanyaan ini: bagaimana kalau musim hujan? Yang sehari penuh mendung terus? Tidak ada sinar matahari? Tentu tidak masalah.

Logikanya jelas. Kalau musim hujan kan tidak perlu menghidupkan pompa itu. Air kan sudah datang sendiri dari langit.

Persoalannya justru ini: harga pompa air DC itu mahal. Langkah saya berikutnya adalah ini: tetap saja harus dicoba menggunakan pompa air AC. Bukan DC. Memang diperlukan inverter. Tapi bisa diatasi.

Harga inverter mungkin lebih murah dari selisih harga pompa DC. Apalagi, tujuan uji coba berikutnya harus ini: menggerakkan SMK untuk bisa membuat inverter.

Pasti bisa. Dan pasti murah. Bahkan, langkah berikutnya lagi adalah: menggerakkan SMK untuk membuat pompa air AC yang efisien. Pasti bisa. Harus bisa. Tidak terlalu rumit.

Impian akhir kita harus ini: mengganti seluruh pompa air di sawah-sawah dengan tenaga surya yang pompa airnya bikinan anak bangsa. Yang inverter-nya bikinan anak bangsa. (*)

Tags: Catatan Dahlan Iskan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

300 Gamers Bertarung di Digi Battle Arena

Next Post

Ini 10 Poin Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun Ini

Next Post
Ini 10 Poin Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun Ini

Ini 10 Poin Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun Ini

Mutasi Polda Banten

Kapolda Banten Irjen Hengki Pimpin Sertijab Lima Pejabat Utama Polda

Selasa, 15 September 2026 12:49
Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Selasa, 17 Maret 2026 13:49
Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Selasa, 17 Maret 2026 13:25
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Selasa, 17 Maret 2026 13:06
Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Selasa, 17 Maret 2026 13:21
Kepala BPN lantik 4 camat menjadi PPATS

Kepala BPN Pandeglang Lantik 4 Camat Jadi PPATS

Rabu, 16 September 2026 08:17

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Mahasiswa Farmasi Universitas Esa Unggul Perkuat Kesadaran Hidup Sehat Warga Kaliabang Tengah

Mahasiswa Farmasi Universitas Esa Unggul Perkuat Kesadaran Hidup Sehat Warga Kaliabang Tengah

by Redaksi
Kamis, 17 September 2026 19:30
0

Mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University menghadirkan berbagai program edukasi kesehatan, kepedulian lingkungan, dan...

Peralihan hak tanah

Lewat Layanan PERINTIS 10 Hari, Balik Nama Sertifikat Tak Perlu Tunggu Lama

by Yusuf Permana
Kamis, 17 September 2026 19:07
0

TANGERANG SELATAN, RADARBANTEN.CO.ID – Masyarakat yang mengurus peralihan hak atau balik nama sertifikat tanah kini memiliki layanan dengan kepastian waktu...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.