SERANG – Banyak lahan tidur milik perusahaan di Kabupaten Serang. Lahan tersebut dibiarkan begitu saja tanpa dimanfaatkan dan difungsikan secara produktif.
Hal tersebut membuat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia dari Fraksi PDIP Ichsan Soelistio gerah. Menurutnya, lahan tidur itu sebaiknya dimanfaatkan untuk para petani, agar lahan tersebut lebih produktif.
“Jadi banyak lahan tidur, saya tanya punya siapa. Kebanyakan itu sudah bukan milik warga. Tapi punya perusahaan. Tolong Kades (kepala desa) temui pemiliknya siapa. Kalau perlu berikan garansi bahwa rakyat akan memberikannya pada perusahaan bila dibutuhkan,” kata dia saat acara pemberian bantuan alat mesin pertanian (alsintan) di Kantor Desa Undar Andir, Kragilan, Serang, Rabu (18/10).
Dari pada dibiarkan jadi lahan tidur, kata dia, lebih baik dimanfaatkan warga. Ia yakin pemilik tanahnya tidak keberatan.
Kasi Lahan dan Air pada Dinas Pertanian Kabupaten Serang Yuli Saputra mengatakan pada medio tahun 2015, 2016 dan 2017, pihaknya telah memanfaatkan lahan tidur untuk komoditi jagung pipilan.
“Ketika panen, menjadi bahan baku pakan ternak,” ujarnya pada acara yang sama.
Ia mengaku sudah ada kerja sama antara warga dan pemilik lahan, sekira 3.700 hektare dijadikan lahan produktif jagung.
Lahan tidur tersebut, dikatakannya cukup luas, pihaknya mengidentifikasi sudah hampir 200.000 hektare telah dirubah menjadi komoditi jagung dan palawija.
“Lahan tidur benar-benar murni daratan, menyebar di masing-masing kecamatan,” tukasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)











