SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kecamatan Ciomas bersama masyarakat terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Festival Ciomas Ngabring 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 18 Juli hingga 18 Agustus 2026.
Festival ini menjadi ajang silaturahmi masyarakat dari 11 desa di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, sekaligus wadah untuk memperkenalkan potensi wisata, seni, dan budaya daerah.
Camat Ciomas, Ugun Gurmilang mengatakan, pembukaan Festival Ciomas Ngabring akan digelar selama dua hari, yakni pada 18-19 Juli 2026.
Berbagai kegiatan telah disiapkan untuk memeriahkan pembukaan festival, mulai dari penebaran benih ikan, pertunjukan tari silat kolosal bertajuk Ngabring, pelepasan sekitar 150 balon udara, hingga penerbangan sekitar 6.000 lampion.
Selain itu, masyarakat juga akan mengikuti kegiatan makan karedok bersama dengan sekitar 6.000 porsi yang telah disiapkan panitia.
“Keesokan harinya akan ada penerbangan sekitar 6.000 lampion. Kemudian dilanjutkan makan karedok bersama sebanyak kurang lebih 6.000 paket,” kata Ugun.
Ia menjelaskan, tari silat kolosal rencananya akan diikuti sekitar 3.500 peserta yang terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan. Antusiasme masyarakat terlihat saat gladi bersih yang diikuti lebih dari 2.000 peserta.
“Melihat antusiasme masyarakat selama sosialisasi dan kegiatan gerebek kampung yang berlangsung hampir dua bulan, kami optimistis lebih dari 5.000 warga akan hadir pada pembukaan Festival Ciomas Ngabring, 18 Juli mendatang,” ujarnya.
Menurut Ugun, Festival Ciomas Ngabring bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi seluruh warga Kecamatan Ciomas.
“Kecamatan Ciomas terdiri dari 11 desa. Melalui Festival Ciomas Ngabring ini kami ingin menyatukan seluruh masyarakat dan menegaskan bahwa kita adalah satu keluarga besar masyarakat Ciomas,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Ciomas Ngabring 2026, Uus Saipudin mengatakan, festival tersebut sebenarnya telah direncanakan sejak 2023. Berkat dukungan dan antusiasme masyarakat, kegiatan akhirnya dapat diwujudkan pada tahun ini.
“Saya sendiri tidak menyangka melihat antusiasme masyarakat saat gladi bersih. Awalnya kami memperkirakan hanya sekitar 500 hingga 700 peserta, ternyata yang hadir lebih dari 2.000 orang,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Jaro Uu itu mengungkapkan, penyelenggaraan Festival Ciomas Ngabring 2026 menelan anggaran sekitar Rp1,8 miliar yang seluruhnya berasal dari swadaya masyarakat.
Dana tersebut dihimpun melalui penjualan kaos festival kepada warga. Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti kuatnya semangat untuk membangkitkan kembali Kecamatan Ciomas.
“Anggaran ini murni berasal dari swadaya masyarakat melalui penjualan kaos. Bahkan petani ada yang membeli lima hingga sepuluh kaos sebagai bentuk dukungan agar Kecamatan Ciomas kembali bangkit,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











