SERANG – Demo mahasiswa yang berujung ricuh memakan korban awak media surat kabar Banten Pos yang sedang bertugas meliput unjuk rasa yang mengkritisi pemerintahan Presiden Joko Widodo tersebut.
Panji, menjadi korban amuk oknum polisi yang bertugas mengamankan demo yang berlangsung di depan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten tersebut.
“Lagi mau ngambil foto, digebuk dibelakang, pas nengok langsung diteriakin provokator.. terus diinjak-injak dann dicekek trus dibawa ke mobil yang di DPMSTP Kota Serang,” tutur Panji, Jumat (20/10).
Panji mengaku sudah menunjuka id card pers, namun aksi pemukulan oleh oknum polisi menggunakan tutup wajah tersebut tetap berlanjut.
“Di Mobil udah saya kasih lihat kartu pers saya, habis itu tetap dipukul,” tegas Panji.
Sebelumnya diberitakan, demo mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang mengkeritisi kepemimpinan Presiden Joko Widodo berakhir ricuh. Aksi dorong-dorongan antara mahasiswa dan kepolisian tak terhindarkan. Sekira 17:40 WIB, di UIN Banten, Ciceri, Kota Serang, Jumat (20/10).
Bentrok diwarnai saling pukul memukul itu terjadi tepat di pintu gerbang UIN Banten. Mulanya, demo berlangsung damai. Namun menjelang petang, kericuhan dan keributan itu memuncak. Menyebabkan lalu lintas di Jalan Sudirman Nomor 30 sempat tersendat.
Hal itu dibenarkan oleh Ibnu Ridho, Humas Aliansi Pemuda Mahasiswa Serang. Aksi yang diprakarsai mahasiswa untuk mengkritisi 3 tahun masa pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla yang dianggap tidak menuai hasil progresif.
Mahasiswa menilai rezim Jokowi-JK menghianati janji-janji kampanyenya. Kata dia, kebijakan-kebijakannya justru meguntungkan asing.
“Janji-janji dan harapan-harapan yang diberikan oleh rezim semasa kampanye, nyatanya tak kunjung terjadi. Hanya ilusi semata. Yang terjadi, rakyat digiring dalam kesulitan,” kata Ibnu Ridho, Jumat (20/10).
Jafra, Mahasiswa UIN Banten menilai tiga tahun Jokowi Dodo hanya membentuk penindasan dan monopoli asing, yang begitu gampangnya ke Indonesia dengan melalui jalur Presiden Jokowi.
“Jangan tertipu wajah sederhana. Namun nyatanya tiga tahun menjabat, 10 janjinya tak terealisasi, ” kata Jafra saat menyampaikan orasi, Jumat (20/10).
Dikatakannya, masa pemerintahan Jokowi banyak kebijakan tidak pro pada rakyat. Seperti menaikan BBM, mencabut subsidi BBM, tingginya investasi asing yang menguntungkan pihak asing, dan haega pokok terus meroket naik.
“Mahasiswa Banten menyatakan bahwa tidak percaya kepada pimpinan rezim saat ini,” kata dia lantang.
Bagaimana rezim tanah di Banten ini, tambah dia, masuk program startegis nasional seperti bandara, tol, waduk karian dan PLTU hanya menguntungkan investor asing.
“83 km tol Serang – Panimbang, menggusur puluhan tanah warga,” ungkapnya.
Menurut dia, gambaran dari keberpihakan rezim Jokowi-JK ini merupakan gambaran dari kepemimpinan secara keseluruhan dari watak elit politik yang sekarang ada.
Sejumlah mahasiswa ini, lantas menyerukan gerakan kekuatan dan persatuan pemuda mahasiwa bersama rakyat tertindas untuk melawan rezim anti rakyat.
Diketahui, aksi ricuh ini ketika saat mahasiswa mencoba menutup ruas jalan, polisi langsung menghadang sehingga terlibat aksi dorong-dorongan dengan pihak kepolisian yang memgamankan. Dari pihak mahasiswa, diketahui satu orang diduga provokator diamankan Polres Kota Serang. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com).









