TANGERANG – Keberadaan Kampung Rumpaksinang di Kelurahan Pakulonanbarat, Kecamatan Kelapadua, Kabupaten Tangerang bisa dibilang unik. Lokasinya dikepung sejumlah bangunan raksasa properti Gadingserpong. Meski begitu, kampung tersebut tetap bisa mempertahankan identitas dirinya.
Kampung Rumpaksinang, mengandung banyak arti. Ada yang menyebut Rukun Kompak Pasti Menang. Ada juga yang bilang kampung tersebut terkenal dengan ciri khas makanan tradisional yakni opak dan rengginang.
Warga kampung tetap percaya akan pesan kedua leluhur yakni Abuya Musa dan Abuya Sueb agar tetap menjaga kekompakan antar warga. Pesan itulah yang terus dipegang teguh warga kampung.
Kampung yang terletak di wilayah Gadingserpong ini, memang telah dikeliling pagar pembatas milik pengembang perumahan. Bangunan penduduk telah permanen. Jalan-jalan kampung tersebut hanya cukup untuk dua kendaraan motor dengan bahan dari paving block. Wartawan koran ini, mendatangi wilayah kampung yang masuk dalam Kelurahan Pakulonanbarat tersebut.
Layaknya kampung yang berada di lokasi pengembang perumahan modern, banyak rumah yang diubah menjadi kos-kosan maupun warung makan. Maklum saja, Kampung Rumpaksinang yang lokasinya strategis hanya berjarak kurang lebih 800 meter dari pusat perbelanjaan terbesar Summarecon Mall Serpong.
Salah satu keturunan Abuya Sueb, Ade Haiz mengatakan, pemikiran dan ajaran Abuya Musa dan Abuya Sueb menjadi pondasi warga. ”Kita di sini tetap bertahan menjaga tanah kelahiran kami. Berbagai godaan memang banyak dialami warga, agar melepas tanah ke pengembang perumahan di Gadingserpong,” ucapnya.
Kampung ini, lanjut Ade, memang sudah sejak dahulu terkenal dengan kekompakannya. Makanya, pesan kalau kompak pasti menang terus melekat dan diresapi dalam hati. ”Rumpaksinang ini, tersohor karena kekompakannya dan makanan khas opak dan rengginang,” ucapnya.
”Kalau kata orang-orang, opak dan rengginang yang dibuat memiliki rasa yang khas,” terangnya.
Ia menambahkan sampai kapanpun, Kampung Rumpaksinang akan tetap berdiri tegak. Dulu, warga kampung banyak menjadi petani sawah dan ladang. Kini, lahan tersebut telah habis dan dikuasai pengembang.
”Ya, kami di sini sekarang aktivitasnya, banyak berdagang dan menjadi karyawan perusahaan,” ucapnya.
”Saya tetap yakin, kehidupan Rukun Kompak Pasti Menang akan tetap terjaga dengan jalinan silaturahmi antar sesama warga,” tukasnya. (Wahyu Syaifullah)









