LEBAK – Sebagai aparat penegak hukum, Kepolisian mempunyai tugas untuk mengawasi penggunaan Dana Desa, oleh sebab itu Kepolisian Resor (Polres) Lebak menggelar sosialisasi pendampingan atau monitoring penggunaan Dana Desa, agar penggunaannya dapat dirasakan oleh masyarakat dan sesuai aturan.
Sosialisasi ini turut dihadiri Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi dan ratusan Kepala Desa yang ada di Kabupaten Lebak sebagai peserta sosialisasi. Adapun tempat sosialisasi ini adalah di Gedung La Tansa Mashiro, Rangkasbitung, Selasa (31/10).
“Kita sebagai penegak hukum mempunyai tugas untuk mengawasi penggunaan Dana Desa, agar penggunaannya sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto saat sambutannya di Gedung La Tansa Mashiro, Selasa (31/10).
Anggaran Dana Desa, lanjut Dani, yang digelontorkan pada tahun 2018 oleh pemerintah pusat untuk pemerintah desa sangatlah besar yaitu mencapai Rp 120 triliun, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang pada tahun 2015 sebesar Rp 27,7 triliun, tahun 2016 senilai Rp 46,9 triliun, dan tahun 2017 sebesar Rp 60 triliun.
“Anggaran ini sangat besar, oleh karena anggaran yang besar ini, harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Ditambahkan Dani, apabila ada masalah yang belum dimengerti oleh Kepala Desa, agar datang kepada Bhabinkamtibmas untuk berkonsultasi agar dibantu mencarikan solusi.
“Saya mengimbau kepada Kepala Desa agar konsultasi kepada Bhabinkamtibmas bila ada masalah penggunaan dana desa yang belum dimengerti, sehingga saya berharap Kepala Desa khususnya di Kabupaten Lebak agar tidak ada yang terjerumus ke dalam (masalah) hukum,” tegasnya.
Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi mengatakan, desa diberikan otoritas tersendiri dari sisi anggaran untuk digunakan sebaik-baiknya, sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan besarnya anggaran tersebut ini harus dipersiapkan, harus diperhatikan dan harus sukses perencanaannya serta bisa dipertanggungjawabkan.
“Beberapa hal tersebut harus dirumuskan dengan matang, agar sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga aplikasi anggaran dapat dirasakan masyarakat,” ungkapnya. (Omat/twokhe@gmail.com)










